Selasa, 05 Juni 2012

Mengapa Akhwat suka Ngebut di Jalan?

Menemukan akhwat (baca : perempuan aktivis muslim yang berjilbab lebar) melaju di jalan raya sering saya dapati. Soal beberapa kali saya disalip saat berkendara motor pun juga sering dialami. Namun, ketika diserempet (baca : disalip mepet) oleh akhwat yang sedang melaju kencang saat jalan macet ternyata juga bukan hal yang jarang terjadi. Beberapa hari lalu, kesekian harinya saya mengalami hal itu (yang akhirnya menuliskan artikel ini). Lalu saya bertanya-tanya, mengapa kalau dijalan para akhwat suka menjadi pembalap?

Ternyata masalah soal akhwat yang suka ngebut di jalan raya bukan pertanyaan saya saja. Beberapa kawan ikhwan pun juga pernah mengkaji masalah ini. Berbagai hipotesis bermunculan. Mulai dari analisis ilmiah sampai yang hanya senda gurau.

Pertanyaan-pertanyaan itu sudah mulai muncul ketika saat saya masih aktif di kampus beberapa tahun lalu, yaitu ketika seringnya terjadi kasus kecelakaan motor yang dialami para akhwat. Rata-rata hampir tiap tahun berita soal kecekalaan akhwat terdengar di kampus saya. Jarang mendengar berita kecelakaan motor itu ikhwan. Awalnya berkesimpulan kalau faktor desain motor menjadi kendala bagi para akhwat yang menggunakan rok panjang. Namun kesimpulan itu coba disangkal. Nampaknya bukan itu, kalau diperhatikan ternyata akhwat-akhwat yang pernah kecelakaan saat berkendara motor adalah akhwat yang suka ngebut kalau berkendara.

Apa yang membuat para akhwat suka ngebut dijalan menjadi suatu misteri (Mungkin bagi para ikhwan seperti saya). Pernah saya bertanya kepada salah satu kawan akhwat yang termasuk suka ngebut dijalan. Jawabanya multi definisi, hanya tertawa.

Meski begitu, saya tidak menyimpulkan semua akhwat adalah pembalap. Masih sering ditemukan akhwat yang biasa saja ketika berkendara motor. Di sinilah saya mencoba mengerucutkan bahwa hanya akhwat-akhwat dengan tipe tertentu yang suka ngebut di jalan. Maksudnya, saya menemukan para akhwat yang suka ngebut di jalan adalah akhwat yang memiliki kemampuan konseptor yang baik dan cukup vokal dalam pergerakan dakwah kampus. Tipe akhwat seperti ini biasanya memiliki kedudukan tinggi dalam keorganisasian dakwah kampus. Memang kebanyakan, tipe-tipe konseptor adalah pemimpin.

Lalu, bisakah dihubungkan antara orang yang memiliki daya konsep yang bagus dengan suka ngebut di jalan? Saya tidak mempunyai bukti atau data ilmiah untuk menjawab pertanyaan ini. Namun saya pernah teringat dengan perkataann dosen saat saya mengambil mata kuliah Psikologi manajerial. Dosen saya itu mengatakan bahwa seorang yang biasa lihai atau pintar mengambil kesempatan di antara celah mobil dan motor saat ditengah kerumunan kendaraan di jalan raya, ia memiliki kencedrungan menjadi pemimpin. Sebab, perilaku di jalan tersebut dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan spasial yang baik. Dengan kata lain, daya spasial yang baik melahirkan kemampuan konseptor yang biasa dimiliki oleh pemimpin. Ditambah, keberaniannya mempercepat kendaraan di jalan adalah bentuk dari keberaniannya mengambil resiko. Mereka bukan orang yang memiliki tipe hati-hati.

Yang menjadi masalah adalah saya tidak tahu sumber atau dasar ilmiah dari perkataan dosen saya itu. Apakah hanya analisis pribadinya atau dari hasil kajian ilmiah dari buku yang pernah dibacanya. Yang menjadi masalahnya lagi, kasus yang saya bicarakan ini adalah perempuan (akhwat). Berbagai kajian psikologi termasuk buku Psikologi Populer karya Allan dan Barbara Pease mengatakan jika perempuan tidak memiliki kencendrungan spasial yang baik dari pada laki-laki. Pada buku itu juga menyebutkan kalau perempuan memiliki kesulitan untuk memarkirkan mobilnya karena keterbatasan kemampuan spasial tersebut.
Keahlian memakirkan mobil atau kelihaian mengemudi -yaitu mampu menyalip di antara celah ruang jalan yang sempit dengan kecepatan tinggi- sangat dipengaruhi oleh tingkat spasial kita.

Maka, jika kita berkiblat pada teorinya Allan dan Barbara Pease, akhwat yang suka ngebut dijalan raya adalah tipe yang memiliki daya spasial yang baik bisa terbantahkan. Kecuali diberi ruang toleransi dengan membangun anggapan bahwa akhwat tersebut kita masukan kedalam komunitas yang minoritas, yakni kelompok akhwat/perempuan dengan kemampuan spasial yang baik.

Ketika saya bertanya kepada seorang kawan akhwat, ia memiliki pandangan yang berbeda soal ini. Jawabannya tidak skeptis, namun memiliki keyakinan bahwa para akhwat yang suka ngebut memiliki kepribadian suka tergesa-gesa. Menurutnya, orang-orang seperti ini memiliki kepribadian yang multi task: ingin dikerjakan semua. Kepribadian ini mempengaruhi faktor untuk berkeinginan bergerak cepat. Juga, tipe perempuan yang suka mengerjai beberapa hal dalam satu waktu beresiko melahirkan kebiasaan mepet waktu. Karena kebiasaan mepet waktu inilah, ia cendrung mencoba mengejar untuk pekerjaan berikutnya. Bisa jadi hal ini yang membuat para akhwat tersebut berkendara dengan cepat.

Pendapat kawan saya itu juga masih saya ragukan kekuatan ilmiahnya. Apakah berasal dari analisis yang ia simpulkan sendiri dari hasil bacaannya soal kepribadian atau berdasarkan pengalaman dan karakter yang dimilikinya sendiri sehingga ia berkesimpulan seperti itu?

Meski begitu, pendapat soal keinginan begegerak secara cepat dan tergesa-gesa bisa jadi mendekati kebenaran. Faktor ini bisa bersumber dari kebiasaan yang suka telat (mepet waktu) sehingga ngebut menjadi cara agar cepat tiba ke lokasi tujuan. Karena hal itu sering terjadi, maka ngebut telah menjadi kebiasaan dan membentuk karakter akhwat pembalap. Wallahualam..

2 komentar:

  1. Assalamualaikum....
    well analisisnya keren juga. jarang lo ada yang nyadar. hehe...

    ana udah biasa aja liat akhwat ngebut. ana juga suka ngebut :D

    tapi analisa diatas banyak betulnya.

    betul kami (akhwat racer) lebih cerdas sedikit dalam spacial. jangankan nyelip bapak2 lambat. truk aja lewat.
    2. Beberapa dari kami emang suka waktu yg mepet2. :d

    BalasHapus
  2. Wa'alaykumsalam,
    komentar di atas pengakuan, haha.. tambahan data pendukung klo hipotesis ini benar.

    BalasHapus

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger