Entah, apa yang dipikirkan Hitler waktu itu.
Tentara Nazi Jerman sedang berada dalam kekuatan penuh. Tinggal menungguh
perintah serang, sisa-sisa pasukan sekutu yang sudah terdesak di pantai Kota
Dunkirk pada Mei 1940, bisa dihancurkan. Tapi rupanya Fuhrer memerintahkan
menahan serangan. Perintah yang misterius ini membuat 300ribu pasukan sekutu
yang terdiri dari pasukan Inggris, Perancis, Belgia dan Belanda berhasil
dipulangkan dari medan tempur daratan Eropa Barat ke daratan Inggris.
Meski tak ada penyerangan darat, tetap saja
segelintir pesawat dari Luftwaffe (nama untuk angkatan udara Jerman) melakukan
pengeboman demi pengeboman ke barisan pasukan sekutu di pinggiran pantai yang
sedang berharap kapal untuk pulang. Beberapa kapal perang inggris jadi sasaran
pengeboman. Ada analisis yang mengatakan, bahwa Hitler memberi kesempatan
pasukan Luftwaffe yang dipimpin Jenderal Herman Goering untuk menyelesaikan,
karena selama ini hanya pasukan darat saja yang berhasil memenangkan
pertempuran. Bukannya menyelesaikan, angkatan udara Inggris rupanya dikerahkan
untuk melibas sayap-sayap tempur Luftwaffe sebagai operasi bantuan udara dalam
proses pemulangan pasukan sekutu. Padahal, jika saja ke sepuluh divisi panser
dan infantri itu dikerahkan, pembantaian masal bisa terjadi. Tak ada lagi
cerita 300ribu pasukan sekutu selamat.
Para sejarawan berpendapat keputusan Hitler itu
adalah sebuah kesalahan terbesar. Tentang kekalahan sekutu yang mundur di
Dunkirk bisa menjadi anggapan subyektif saja. Sejarah membuktikan, keputusan
Hitler yang salah menjadi takdir baik bahwa kepulangan pasukan adalah awal dari
sebuah kemenangan. Dan benar terjadi, tahun 1945 Nazi Jerman tumbang oleh
sekutu dan Uni Soviet.
Mungkin ini yang menarik Christoper Nolan
membuat film berjudul Dunkirk. Tak ada cerita bahagia di sini. Apalagi
aksi-aksi heroik kepahlawanan ala Holywood ketika mengangkat kisah PD 2. Karena
kenyataannya, sejarah Dunkirk adalah kekalahan. Josep Gobels, sang mentri
Propaganda Nazi sampai mengatakan kalau Dunkirk adalah tempat pelarian para
pecundang. Bahkan perdana mentri Inggris, Winston Churcill mengakui tragedi
Dunkirk adalah sebuah kekalahan. Dengan gaya yang berbeda dari film perang
seperti biasanya, Nolan menampilkan film yang realistis. Fakta apa adanya bahwa
ini adalah sebuah tragedi. Tumben-tumbennya Holywood melalui warner bros mau mengangkat
kisah kekalahan ini.
Film Dunkirk yang baru diliris 21 Juli 2017 lalu
menarik saya menginjakan XXI kembali. Lagi-lagi Nolan membuat saya tak sabar
menunggu versi gratis di web streaming. Apalagi ini versi film sejarah pertama
yang dibuatnya. Dan Dunkirk di tangan Nolan merajai box office dengan rat IMDb
8,5. Prestasi yang lagi-lagi didapatkan setelah The Dark Night, Inception, dan
Interstellar.
Sebenarnya, apakah film Nolan ini menarik?
Selama saya menonton alurnya datar. Sangat hemat dialog. Tak ada deru mesin
perang dan pertumpahan darah, apalagi aksi heroik. Timing plotnya juga lambat. Setidaknya, adegan
pertempuran udara cukup memberi efek hiburan. Bagi yang hanya menyukai film
action, atau film yang alurnya penuh dengan gejolak emosi, atau melodramatis,
pasti akan bosan. Tak heran, banyak komentar penonton orang-orang Indonesia yang menganggap film jelek.
Tapi bagi yang bener-bener melihat sebuah seni, mengamati substansi film dalam kacamata konteks sejarah, dan menakar sisi humanismenya, maka penilaian kita sama seperti para kritikus film yang memberikan rat 8,5. Aliran realisme benar-benar digunakan dalam menggarap seni film ini. Terutama pengungkapan sisi kejiwaan yang dialami oleh tokohnya. Bener-bener gaya Nolan.
Tapi bagi yang bener-bener melihat sebuah seni, mengamati substansi film dalam kacamata konteks sejarah, dan menakar sisi humanismenya, maka penilaian kita sama seperti para kritikus film yang memberikan rat 8,5. Aliran realisme benar-benar digunakan dalam menggarap seni film ini. Terutama pengungkapan sisi kejiwaan yang dialami oleh tokohnya. Bener-bener gaya Nolan.
Yang saya suka adalah caranya memainkan plot.
Sejak memulai adegan kita diajak langsung berada di pusaran konflik pantai Kota
Dunkirk. Tak ada adegan pembuka, termasuk adegan tentang konteks film ini;
entah dialog yang menjelaskan tentang nama perang ini, atau adegan para tokoh
elit seperti Hitler, winston churcill, atau Jenderal Heinz Guderian (Jenderal
ahli strategi yang dimiliki Hitler dan perancang kemenangan hingga sekutu
terpojok di Dunkirk) yang bisa mewakilkan konteks cerita. Tak ada. Cukup dari
judul kita sudah harus mengerti. Mungkin hanya orang Inggris saja yang tau apa
itu Dunkirk. Kalau tidak memahami latar dan konteks sejarahnya, akan terkesan
membosankan. Film ini cukup membangkitkan ingatan kolektif rakyat Inggris,
tentang sebuah nasionalisme dan evakuasi prajurit terbesar. Jadi, ini bukan
film perang, tapi gambaran sebuah tragedi.
Ada tiga plot yang ditampilkan, pertama tentang
prajurit Inggris yang sedang berusaha bertahan hidup dan mencari cara
mendapatkan kapal tumpangan. Adegan yang menguras ketegangan. Kita
diperlihatkan bagaimana berada di dalam situasi seorang prajurit yang merasa
nasibnya tidak jelas, apakah akan ada kapal menjemput lalu pulang atau harus
mati ditembak Jerman, sehingga kita diajak untuk keluar dari masalah itu. Rumah
adalah tentang harapan. Kematian adalah ketakutan. Dan bertahan hidup adalah
kesempatan.
Plot kedua adalah adegan 3 pesawat tempur dari
Royal Air Force (RAF) yang mendapat tugas pengawalan udara dari proses
evakuasi. Mereka harus berhadapan dengan pesawat-pesawat Jerman yang sedang
melakukan pemboman di pantai dan ke kapal perang Inggris di lautan saat proses
evakuasi itu. Plot ini sedikit manampilkan aksi heroik seorang pilot yang rela
menjalankan tugas berat beresiko kematian dengan keterbatasan bahan bakar.
Plot ketiga adalah tentang seorang bapak nelayan
beserta anak dan temannya menjadi relawan dari panggilan tugas angkatan laut
Inggris untuk menjemput pasukan itu. Pesisir pantai Dunkirk merupakan perairan
dangkal, sehingga kapal AL Inggris kesulitan berlabuh untuk memuat para pasukan
itu. Kalaupun ada yang berhasil mendekati pantai, pesawat pembom Jerman siap
menjatuhkan pelurunya. Lalu mereka memilih minta bantuan para nelayan secara
sukarela untuk menjemput pasukan yang nyawanya sudah di ujung tanduk. Selain
kapalnya yang kecil, ada etika perang jika kapal nelayan dilarang di bom.
Di plot ketiga ini kita diajak melihat
kesungguhan seorang warga negara berprofesi nelayan yang terpanggil rasa
kemanusiaannya. Plot ini juga bisa menggambarkan bahwa film ini membawa pesan
kemanusiaan.
Dari ketiga plot itu tidak terjadi dalam rentang
waktu bersamaan atau berurutan. Artinya, alur plot tidak lurus atau
konvensional. Inilah menariknya. Nolan membuatnya seperti alur maju mundur tapi
bertemu persinggungan waktu. Maksudnya, ke tiga plot ini berjalan dengan waktu
yang berbeda, dan ketiga plot itu bertemu secara waktu (bersinggungan) diakhir
cerita ketika salah satu pilot RAF yang pesawatnya jatuh ke laut, bersama
dengan salah satu tokoh utama prajurit di plot pertama, berada di kapal nelayan
di plot ketiga. Asik banget. Apalagi ditambah bumbu-bumbu musik latar dari Hans
Zimmer yang bikin merinding. Sangat khas di film-film Nolan sebelumnya dengan
composer yang sama.
Tak ada penokohan karakter di sini. Jadi tidak
jelas siapa tokoh utamanya. Intinya adalah tentang manusia-manusia yang sedang
berusaha pulang. Meski bercerita kekalahan, akhir cerita terlihat bahagia.
Memang pada sejarah nyatanya semua pasukan berhasil dipulangkan. Bahkan mereka
tidak dianggap sebagai pengecut maupun pecundang, tapi malah disambut bak
pahlawan. Sejarawan menilai, mempulangkan para prajurit itu adalah kesempatan
untuk mereka menjaga pulau Inggris yang kemungkinan menjadi sasaran serangan
Nazi Jerman berikutnya. Tapi narasi sejarah yang besar ini bukan menjadi fokus
Nolan di film Dunkirk.
Nolan lebih ingin menggambarkan Dunkirk ketika
itu secara personal. Ia lebih ingin menampilkan sisi emosional kita ketika
menghadapi ketegangan ditengah keterdesakan. Ada ketakutan, kemarahan, putus
asa, bertahan hidup, semangat, harapan, dan keinginan segera pulang. Karena
pulang, meski faktanya menyerah, adalah langkah awal menyusun strategi
kemenangan bukan?

0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.