Rabu, 24 Februari 2016
Surat di Hari Dua Empat
Posted under cerita ku with
Tidak ada komentar
Hari ini aku menjadi kuli. Mengangkut beban atas perintah tuan. Otot-otot meriang terkejut karena jarang ditekan. Bukan berganti pekerjaan, tetapi hanya tugas sampingan karyawan kantoran. Di sela-sela melepas peluh, aku mengeluh. Lalu aku terdiam, teringat apa yang pernah kamu katakan, “Jangan mengeluh. Selelah-lelahnya kerja lebih baik dari pada lelah karena tidak bisa berbuat apa-apa.”
Pernah aku tak ingin berbuat apa-apa. Pernah aku hanya diam, melupakan mimpi, terkikis erosi yang menahan langkah bergerak ke tujuan. Tapi, ada hadirmu merubah cerita. Membuat kamar gelapku menjadi beribu kata. Lalu malamku tak menjadi lelah. Seperti peluh hari ini yang teringat pesanmu di malam itu. Merubah apa daya menjadi berdaya.
Ternyata bumi yang berputar tak menemukan impian kita. Ada pikiran yang tak bisa aku lihat. Ada hati yang tak bisa aku rasa. Karena pada dasarnya aku tak tahu apa-apa. Apa yang kamu lakukan. Apa yang kamu impikan. Dan aku salah. Salah membuka hatiku untukmu. Salah akan sikap tak sopanku pada diri keshalihanmu. Aku tak berharap bisa merubah dunia, apalagi merubah hatimu.
Di hari yang dua empat buatmu, aku hanyalah kuli. Kuli yang lelah bermimpi. Sambil mengelap peluh untuk mengingat-ingat kata-kata hatimu yang kurindukan. Lalu berlayar sendiri sambil berharap datangnya takdir impian. “Mungkin,” seperti meminjam kalimat E. S. Ito, “cahaya suar bisa membantu, tetapi tumpukan karang terlalu jauh dariku. Untuk menyeberang laut, aku tiada bisa lagi berenang. Kokoh hatimu telah membekukan samudera yang tiada bisa dilayari.”
Di hari yang dua empat buatmu, aku tak lagi dengar kabar darimu. Mungkin sedang tersenyum memikul bahagia. Atau ada mimpi yang telah kamu susun tak sendiri. Apapun yang terjadi, terimakasih sudah menghidupkanku kembali untuk mengerti tentang takdir dan impian. Semoga ada sosok lebih shalih dariku yang mampu membangun mimpi-mipi indahmu. Mencintaimu karena taat pada-Nya, bukan semata terpikat pesona matamu. Lalu merawatmu seperti matahari yang menumbuhkan hijau dedaunan. Dan menjadi hujan yang menyejukan dan menyuburkan.
Barakallah fi umrik padamu di hari dua empat untuk yang ke dua empat.
-24 Februari 2016-

0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.