Minggu, 25 Januari 2015

Membaca Ranking Situs Berita Nasional dan Segmen Islam Terhadap Opini Publik


Di tengah ramainya media-media saling melempar opini dan isu dari masalah perpolitikan nasional, tiba-tiba iseng ingin mengecek ranking situs berita. Segala macam isu yang muncul ke permukaan publik tak lepas dari kinerja pemberitaan situs berita yang hampir tiap jam bahkan tiap menit menerbitkan berita-berita terkini. Berita-berita yang ditampilkan mempengaruhi tingkat kunjungan ke situs tersebut.

Artinya, mungkin bisa jadi, semakin tinggi peringkat kunjugan ke situs berita tersebut semakin besar pula situs berita itu memberikan pengaruh opini ke masyarakat netter. Sebab, tingginya kunjungan bisa diartikan sebagai banyaknya netter mengakses untuk mengkonsumsi informasinya. Tapi ini masih pendapat subyektif saya yang perlu diuji lagi validitasnya.

Di sinilah saya penasaran untuk melihat mana situs berita yang paling banyak di akses masyarakat. Untuk melihat ranking ini bisa kita lihat dari situs alexa.com. Situs ini cukup terkenal untuk melihat data traffic website. Penjelasan detailnya silakan bisa dibaca di sini http://id.wikipedia.org/wiki/Alexa_Internet atau di sini http://www.alexa.com/about.

Berikut ranking situs berita nasional (Per 25 Januari 2015 pukul 18.00 – 19.00 WIB)
Keterangan :
-          dalam kurung: angka peringkat web secara nasional (bukan dunia). Biasanya setiap jam suka berubah.
-          Link: kalo di klik akan menuju halaman alexa tentang penjelasan detail traffic web tersebut.


Dari data ranking ini kita lihat detik.com masuk peringkat pertama diikuti kompas.com, liputan6.com dan seterusnya. Mungkinkah situs berita teratas ini sangat mempengaruhi opini masyarakat netter Indonesia? Silakan bagi yang ingin meneliti apakah ada pengaruh ranking terhadap opini publik untuk membuktikan dugaan saya. Jikapun dugaan itu benar, maka analisis-analisis selanjutnya terhadap perkembangan isu perpolitikan dan dinamika nasional bisa kita baca arah petanya. Mengingat daya kritis masyarakat kita yang lemah, sehingga mudah terpengaruh isu yang muncul di media-media tersebut. Sudah kita pahami, setiap media pasti memiliki kepentingan dari setiap berita yang diturunkan. Ada framing yang dibentuk. Biasanya framing dipengaruhi siapa pemilik, ideologi, atau orang-orang dibalik media.

Tidak hanya melihat ranking situs berita nasional, saya pun tertarik melihat ranking situs berita yang bersegmen Islam.

Berikut ranking situs berita segmen Islam (Per 25 Januari 2015 pukul 18.00 – 19.00 WIB)
Keterangan :
-          dalam kurung: angka peringkat web secara nasional (bukan dunia). Biasanya setiap jam suka berubah.
-          Link: kalo di klik akan menuju halaman alexa tentang penjelasan detail traffic web tersebut.


Dugaan saya tentang peringkat kunjungan ke situs berita nasional mempengaruhi opini publik apakah bisa juga diterapkan pada situs berita bersegmen islam? Bisa ya, bisa tidak.

Mengapa bisa tidak, sebab beberapa situs berita bersegmen islam memiliki masa pembaca dari kelompok jama’ah tertentu. Misal, Dakwatuna, islamedia dan (terutama) pkspiyungan terlihat sekali afiliasinya ke PKS. Tak perlu dibantah, dari berita yang diangkat sudah jelas.

Situs berita yang memiliki masa kelompok cukup membantu meningkatan kunjungan web, namun jika berita yang diangkat hanya seputar ideologi kelompoknya agak sulit untuk bisa menaikan traffic yang lebih besar lagi. Lihat saja media-media milik HTI dan salafy (sesuai hasil ranking situs pada hari dan jam itu tidak) tidak masuk 10 besar. Media yang dikelola orang-orang PKS masih bisa berada di urutan 10 besar karena konten yang diangkat tidak hanya masalah berita kelompoknya tapi juga sebagian diisi oleh konten-konten yang diterima oleh umum. Selama media islam hanya masih mengeluarkan konten untuk konsumsi kalangan kelompoknya akan sulit mempengaruhi opini publik yang lebih besar.

Bisa juga jawaban iya. Situs berita segmen islam yang berada di atas adalah situs yang tidak memiliki masa kelompok. Konten yang diangkat bisa diterima kalangan umum atau cukup mempengaruhi publik netter. Republika.co.id sudah jelas. Ini memang situs berita yang sudah besar dan hadirnya sudah lama. Berita-berita yang diangkat lebih banyak umum. Dan yang paling penting, motivasi utama media ini adalah bisnis. Jadi, gak heran jika berada cukup diatas dengan posisi yang cuku jauh antara urutan 1 dan 2.

Urutan 2 ditempati islampos.com. Situs ini bisa dikatakan tidak memiliki afiliasi kelompok. Menurut pendapat saya, loh. Berita yang dimuat tidak terlihat khusus ke afiliasi tertentu. Lalu dikuti oleh situs eramuslim.com yang juga tak terlihat afiliasinya. Konten yang diangkat juga tidak hanya seputar tentang kelpompok tertentu, tapi konten-konten yang bisa diterima semua kalangan.

Khusus untuk voa-islam.com saya agak ragu menilai. Sebab (masih menurut saya), media ini sering acap kali mengankat berita berupa tuduhan, hinaan, atau apalah namanya ke kelompok lain yang berseberangan pendapat dengan data-data dari kesimpulan spekulatif. Walaupun kadang apa yang disampaikan itu benar (saya pun sepedapat) tapi konteks atau cara penyampaian terasa tidak etis. Mungkin bisa jadi, tingginya pengunjung pada situs ini karena daya tarik beritanya dari judul-judul yang mungkin agak satir. Bukannya mempengaruhi opini pembacam justru pembaca berkunjung untuk mengkritik pemberitannya. Tapi sayang, kini kolom komentar di web itu sudah tidak ada.

Bagi saya, inilah kesempatan islampos dan eramuslim untuk mengankat konten yang bisa diterima kesemua kalangan. Namun tetap memperhatikan jangan sampai terbawa arus pasar seperti media-media nasional yang rankingnya cukup tinggi. Semakin tinggi tingkat kunjungan, semoga dan berharap, semakin besar pula kesempatan untuk mempengaruhi opini pembaca. Sasaran dakwah juga akan lebih besar. Inilah tantangan untuk situs-situs berita bersegmen islam.

Wallahualam,

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger