Sabtu, 27 Desember 2014

Surat untuk Kau - 7 : Hari yang Sulit Nabi Luth


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum,

Hei kau,

Mungkin kau tak bisa bayangkan perasaan Nabi Luth saat itu. Beberapa pemuda dengan wajah rupawan tiba-tiba saja datang ke sebuah kota kediaman Luth untuk menemuinya. Bagaimana Luth tidak takut, pemuda rupawan itu datang ke kota yang penuh dengan pria berpenyakit homoseksual. Mereka menyatakan ingin menginap. Luth menolak. Ia justru menyuruh mereka pergi dari kota itu secepatnya. “Aku bersumpah, tidak ada penduduk di muka bumi yang lebih buruk perilakunya dari penduduk negeri ini.” Ucap Luth. Mereka pun tetap bersikeras ingin bertamu kepada Luth. Dengan berat hati Luth mau tak mau menerima mereka. Kalau yang menerima selain dia, khawatir yang menjamu adalah para pria yang mempunyai hasrat menyimpang dari kodratnya. Luth merasa kasihan dan curiga dengan maksud kedatangan beberapa pemuda itu. Dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena kedatangannya. Luth berkata, “Ini hari yang sangat sulit.” (Hud : 77)

Seperti yang sudah aku beritahu di surat sebelumnya, Nabi Luth atau dengan nama Luth bin Haran adalah keponakan Ibrahim. Sebagai sesama manusia yang beriman dengan Ibrahim, Luth juga ditugaskan menanggung beban dakwah dari Ibrahim atas perintah Allah. Kota Soddom dipilih sebagai tempat dakwah Luth. Ada asa yang ingin dirajut untuk merubah masyarakat kota yang penuh dengan penyimpangan perilaku.

Kota Soddom atau disebut juga kaum Nabi luth adalah kota yang perilaku penduduknya paling buruk di muka bumi pada jaman itu. Para ulama menjelaskan, tidak hanya memiliki kebiasaan suka sesama jenis tapi mereka juga hobi membual, berkumpul menghabiskan waktu di klub malam, saling berkhianat, suka mengeluarkan gas busuk (baca : kentut) tanpa kesantunan di tempat keramaian, dan keburukan lainnya. Keburukan itu hampir dilakukan mayoritas penduduk. Sampai-sampai dikatakan, mereka lebih hina dari binatang. Parahnya, perilaku buruk mereka menjadi watak dan tradisi yang membudaya, artinya, mereka berbuat keburukan tidak hanya untuk mereka sendiri, tetapi sudah sampai ajakan yang bersifat masal dan memakan korban.

Seperti nabi-nabi sebelumnya, Luth juga diuji. Untuk menyadarkan dan merubah perlaku mereka sungguh terlalu sulit. Perilaku kaumnya sudah menjadi kebiasaan. Kemauan kaumnya untuk merubah kebiasaan seperti harapan kosong. Terutama kebiasaan perilaku seks menyimpang yang belum pernah dilakukan oleh kaum-kaum sebelumnya. Inilah penyakit yang menjadikan kerusakan moral masyarakat. Jauhnya mereka keyakinannya pada Tuhan yang satu, membuat watak mereka terpengaruhi hasrat (nafsu) yang melawan kodrat. Parahnya, perilaku menyimpang itu sudah sampai tahap brutal dan memakan korban, yaitu melakukan pemaksaan hubungan homoseksual kepada tamu-tamu atau musafir rupawan yang mampir ke kota itu.

Berkali-kali Luth memperingakan bahwa itu adalah perbuatan menyimpang dan dapat memberikan akibat buruk bagi mereka kedepannya. Namun mereka seperti menutup telinga. Mereka larut dalam syahwatnya. Setiap peringatan Luth selalu keluar ancaman, “Usirlah Luth dan keluarganya dari negeri ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci.” (An-Naml 56). Suci dianggap suatu aib. Seperti itulah kerusakannnya. Luth juga mengabarkan kalau Allah bisa memberikan azab jika mereka tak berhenti. Sayang, ancaman itu seperti gertakan sambal. Bahkan, mereka menantang, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang yang benar” (Al-Ankabut : 29).

Setelah sekian tahun lamanya Luth mencoba merubah mereka, usahanya nampak sia-sia. Harapannya untuk merubah kaumnya pupus. Sampai suatu saat ia sudah lelah, mungkin juga putus asa. Disitulah ia mengiba dan mohon pertolongan pada Tuhannya. Dia (Luth) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku atas mereka yang berbuat kerusakan itu.” (Al-Ankabut : 30). Allah memberikan jawaban-Nya.

Dikirimlah beberapa malaikat sebagai jawaban dari doa Luth. Dalam kisah yang dituliskan di Al-Qur’an, malaikat yang datang ke bumi sempat mampir dahulu ke kediaman Ibrahim. Mereka mampir untuk mengabarkan tentang akan lahirnya anak dari istri Ibrahim yang bernama Sarah. Kau masih ingat kisah yang lalu aku tuliskan tentang Ibrahim?

Setelah para malaikat mengabarkan perihal akan lahir anak yang bernama Ishaq, mereka juga mengabarkan kalau setelah ini ada misi untuk meluluh lantakan sebuah kota yang masyarakatnya sangat rusak. Rencana yang akan dijalankan para malaikat itu sempat membuat Ibrahim khawatir. Dia berkata kepada mereka jika di situ ada Luth, keponakannya. Mereka berucap, “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya.” (Al-Ankabut : 32).

Tak hanya itu, rencana para malaikat membuat mereka saling beradu dan bersoal jawab. Seperti yang Allah katakan, … diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth. (Hud : 74) Kau tahu kenapa? Sebab, Ibrahim seperti tidak setuju soal ini. Ibrahim berharap, kaum itu masih bisa berubah. Masih mau mendengar dakwah Luth. Nampaknya memang, ada negoisasi dari Ibrahim. Tapi Allah menegurnya, Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak. (Hud : 77)

Selesai mampir di kediaman Ibrahim, mereka melanjutkan misinya menemui Luth di kediamannya di Kota Soddom. Mereka datang dengan wajah rupawan. Luth tidak tahu jika mereka malaikat. Luth hanya menganggap mereka hanya manusia seperti biasanya. Dengan berat hati, dan sambil bersembunyi, diantaralah para tamu itu ke rumah Luth menjelang malam hari. Tak ada penduduk yang tahu. Hanya keluarga Luth saja yang mengetahui kedatangan para pria rupawan.

Tapi sayang, sang istri tak bisa menahan ocehannya. Kabar keberadaan beberapa pria rupawan di rumah Luth terbongkar akibat istri Luth yang tak bisa menjaga rahasia. Para penduduk terkhusus pria-pria berpenyakit homo segera mendatangi rumah Luth. Terjadilah pertengkaran mulut antara kaum homo dengan Luth. Luth berusaha melindungi tamunya, “Mereka adalah tamuku, jangan kamu mempermalukan aku Bertakwalah kepada Allah, janganlah membuat aku terhina.” (AL-Hijr 68). Mereka tetap mengelak, lalu berkata, “Bukankah kami melarangmu untuk melindungi manusia?” (Al-Hijr 70). Kalimat ini mencoba mengingatkan Luth bahwa sebelumnya Luth dilarang untuk melindungi orang-orang yang datang berkunjung ke kota mereka. Seperti yang sudah saya tulis tadi, perilaku homo mereka sudah sangat brutal. Mereka selalu mengganggu dan melakukan kejahatan itu ke para tamu yang datang ke kota mereka.

Dalam kondisi yang sulit itu, Luth terus berusaha mencegah perbuatan mereka pada tamunya, mungkin dengan kesal Luth berucap, “Nikahlah dengan putri-putriku jika kalian hendak berbuat.” (Al-Hijr : 71). Namun dijawab oleh mereka, “Engkau sudah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan pada putri-putrimu, engkau tentu mengetahui apa yang kami kehendaki.” (Hud : 70). Usaha Luth untuk membangkitkan fitrah mereka sebagai laki-laki benar-benar sia-sia. Mereka tetap berusaha masuk ke rumah Luth dengan jalan paksa. Benar-benar hari yang sulit buat Luth.

Luth akhirnya terdesak. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya lagi. Ia tak punya kekuatan untuk mengusir apalagi menghukum mereka semua. pupus harapan untuk melindungi tamu-tamunya.

Para tamu itu akhirnya bicara juga, “Wahai Luth! Kami sebenarnya para utusan Tuhanmu,” (Hud : 80). Disitulah para itusan itu keluar rumah bertemu ke para penduduk. Para malaikat dengan wujud manusia menghajar orang-orang itu dengan satu pukulan. Pukulannya cukup kuat, mampu membuat mereka yang terkena terlempar jauh hingga buta. Mereka pun akhirnya pergi dari rumah Luth dan berjanji akan kembali esok paginya.

Setelah para penduduk meninggalkan rumah Luth, para mailaikat memerintahkan Luth agar segera pergi dari kota itu. Malaikat berucap, “Mereka tidak akan dapat mengganggu lagi, pergilah berserta keluargamu pada akhir malam, dan jangan ada yag menoleh kebelakang.” (Hud : 80). Luth pun menuruti perintah para malaikat. Ia berserta keluarga bergegas meninggalkan kota itu. Namun satu hal pinta malakat, “Kecuali Istrimu. Dia juga akan ditimpa siksaan yang akan menimpa mereka.” (Hud : 81). Memang agak berat bagi Luth harus meninggalkan istrinya, namun apaboleh dikata, sang istri telah mengkhianati kepercayaan Luth. Tidak hanya kejadian pada waktu itu, pada sebelum-sebelumnnya, sang istri memang sudah sering menjadi mata-mata kaum penduduk Soddom terhadap aktivitas Luth.

Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?” (Hud : 81). Itulah kabar yang diberitahu para malaikat kepada Luth akan terjadinya bencana besar yang akan menimpa penduduk Soddom. Luth dan keluarga mengerti, bahwa permintaan malaikat untuk pergi keluar dari Kota Soddom bukan hanya menghindar dari kejahatan para kaumnnya, namun juga usaha untuk terhindar dari azab Allah yang akan datang. Benar-benar hari yang sulit bagi Luth.

Beberapa penggal ayat ini yang menceritakan kejadian di rumah Luth nampak Allah ingin menunjukkan bahwa penyakit ini benar-benar merusak akal sehat manusia. Apalagi fitrah sebagai seorang laki-laki. Jika sudah menjadi watak, mereka akan sulit menahan hasrat. Orang baik-baik pun bisa menjadi korban. Allah menceritakan di dalam wahyu-Nya dengan kedatangan malaikat dalam bentuk manusia rupawan ke rumah Luth sebagai bukti bahwa perilaku mereka bisa memakan korban orang lain. Untung saja, calon korban yang ada di rumah Luth adalah para malaikat. Jika bukan, kasihan Luth.

Allah juga menunjukkan, tak ada hak asasi manusia bagi kaum Luth. Meski di awal tadi Ibrahim berusaha bernegoisasi agar bisa menyelamatkan para manusia ini, tapi Allah mempunyai keputusan-Nya. Jika tidak dimusnahkan, penyakit ini bisa menular. Dampak buruk bukan hanya bagi pelakunya, jika dibiarkan bisa memakan korban. Makanya, tak ada hak asasi manusia bagi ‘makhluk’ ini. Azab saja!

Luth dan keluarga dengan terburu-buru pergi meninggalkan kotanya. Mereka seperti kabur seakan dikejar oleh waktu. Memang benar, rencana para malaikat akan meluluh lantakan kotatersebut ketika fajar menyingsing, atau dikenal juga saat waktu subuh. Mereka harus berada di tempat yang sejauh mungkin ketika waktu fajar telah datang. Hingga sudah cukup jauh, waktu subuh pun tiba, azab datang menimpa kaum yang sangat hina dimuka bumi pada jaman itu tanpa ada satupun manusia yang selamat.

Maka ketika keputusan Kami datang, Kami mejungkirbalikan negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hud : 82-83)

Kalau kita pahami ayat tersebut memang agak sulit kita maksud bentuk bencana yang Allah timpakan. Apakah dalam bentuk gempa bumi yang dahsyat sehingga daratan bumi runtuh dan membuat ‘terjungkirbalik’ atau aktivitas vulkano dari gunung berapi sehingga batu-batu vulkanik menghujani mereka sehingga daratan tertutup oleh bebatuan. Banyak ahli dalam bidangnya mencoba meneliti soal ini. Meski begitu, apapun bentuk bencana itu, inilah bukti kekuasan Allah. Menghancurkan peradaban dalam hitungan menit sangat mudah bagi Allah. Jadi, janganlah kau macam-macam dengan Allah.

Peristiwa ini terjadi di tahun-tahun masa kehidupan Ibrahim. Menariknya, Al-Qur’an menceritakan kejadian dalam rentan satu hari. Tapi, begitu terkenalnya kisah ini tidak hanya kalangan kita sebagai muslim, tapi juga kalangan umat-umat terdahulu dan agama lain. Wallahualam.

Kalau kau ingin tahu dimana Kota Kaum Soddom itu, lihatlah peta timur tengah disekitaran wilayah syam (suriah dan palestina). Agak persis sebelah timur Kota Gaza, Palestina. Disitu ada danau yang dinamakan laut mati. Di situlah posisinya. Bukan hanya nama (Laut Mati), namun kehidupan di situ benar-benar mati. Airnya tak dapat digunakan. Tanahnya kering, dan tidak ada dedaunan hijau. Disitulah peradaban manusia ditenggelamkan hingga alam pun tak mau tumbuh hingga saat ini.

Maha Besar Allah yang Maha Menghinakan Makhluknya (Al-Mudzil).
Wassalamu’alaikum

Jogja, 27 Desember 2014
@RidwanHd

Baca,

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger