Minggu, 26 Juni 2011

Kekuatan Retweet

ilustrasi : www.skyje.com
Sebuah kebanggaan tersendiri ketika ucapan, ide dan pendapat kita dapat disebarkan orang lain. Cukup dengan beberapa kata atau satu kalimat, teknologi sekarang sudah sangat mendukung menyebarkan itu semua dalam hitugan detik. Apalagi kalau bukan teknologi social media, seperti twitter yang sedang populernya. Ruang aktualisasi diri itu mendapat tempat yang begitu menyenangkan di hati para penggunannya. Bukan hanya individu, institusi bisnis pun mengambil kesempatan dalam dinamisasi strategi pemasarannya. Apalagi institusi politik. Semuanya tidak lepas untuk mendapatkan masa (simpati) atau dalam bahasa twitter sebut saja follower.

Dalam twitter sangat dikenal dengan istilah Retweet. Retweet disingkat RT dalam kode komunikasinya. Bagi penggunanya, RT sudah menjadi istilah yang tidak asing. Hampir setiap hari para pengguna tersebut (termasuk saya) menggunakan kode RT dalam membalas diskusi atau menyebarkan (mencopy) twit orang lain ke dalam twit kita. Jika kata-kata twit dari orang yang kita ikuti (following) tersebut sangat bagus atau bermakna maka pasti kita akan me-RTnya. Nah, keberadaan RT inilah yang memunculkan kekuatannya dalam memasarkan aktualisasi seseorang di lingkungan social media.

Sebut saja Ustad Salim A Fillah. Ustad muda dengan karya bukunya yang pada best seller menunjukkan kekuatan RT itu. Ustad yang bukunya diterbitkan dari penerbit buku tempat saya bekerja ini tidak butuh waktu lama mendapatkan pengikut hingga belasan ribu dalam tempo yang singkat. Memang ia terkenal. Namun hanya terkenal dalam komunitas spesifik. Kehadirannya meramaikan komunitas twitter membuka ruang diluar komunitas spesifik tersebut mengenal beliau dengan menjadi followernya. Sebagai marketing di penerbit buku tersebut saya menyimpulkan ini tidak lain adalah sebuah kekuatan RT.

Lalau bagaimana kekuatan RT itu bisa muncul? Caranya adalah bagaimana kualitas dari kata-kata yang kita twit. Banyak orang yang followernya banyak dikarenakan memang dia terkenal. Seperti para artis, dalam waktu singkat setelah membuka akun twitternya ia mampu mendapatkan follower hingga puluhan ribu. Namun disayangkan, banyak isi twitnya yang tidak bermutu.

Nah, kekuatan RT itu bisa terlihat jika kepopuleran seseorang itu rendah namun mampu menghasilkan follower yang tidak kalah jumlahnya dengan artis. Ustad Salim itulah contohnya. Sebab, dalam kajian analisis marketing kami, banyak para pembeli bukunya mengenal beliau dari twit. Berkat kepintarannya mengolah kata-kata yang begitu memikat, membuat penghuni twitter yang mendapat RT dari para follower Ustad Salim penasaran dengan buku-buku yang diterbitkan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Dari mendapat RT akhirnya menjadi follower lalu membeli buku Ustad Salim tersebut. Salah satu bukunya yang super best seler adalah Dalam Dekapan Ukhuwah yang sangat popular di twitter.

Bagaimana kekuatan RT itu bekerja?
RT bekerja seperti istilah marketing yang sering disebut pemasaran consumer to consumer. Dimana, promosi tidak dilakukan oleh marketing perusahaan melainkan para konsumennya sendiri yang sudah setia dengan perusahaan. Maksudnya, sebuah twit yang kita munculkan akan di RT oleh teman kita, follower atau penggemar sehingga orang lain yang menjadi follower teman dan pengemar kita dapat mengetahui isi twit tersebut. Jika isi twit kita aktif dan penuh dengan kata-kata yang memikat, akan ada jaminan mereka yang menerima RT tersebut dapat menjadi follower kita. Jika kita mempunyai 1000 follower penggemar. Kemudian twit kita di RT oleh 500 follower (dengan asumsi 500 tersebut sedang membuka twitternya), dan dari setiap 500 follower tersebut RT kita dibaca sedikitnya 5 orang follower dari 500 follower kita, maka twit kita akan dibaca oleh 2500 penghuni twit. Jika setengah dari 2500 orang tersebut akhirnya menjadi follower maka, follower kita akan bertambah 1250 orang. Dan itu akan terus berlipat. Kekuatan RT pun juga akan pasti bertambah. Maka tidak heran jika Ustad Salim begitu cepat pertambahan followernya. Hal ini tidak lain karena keberhasilan dia dalam membuat kata-kata yang begitu memikat dan menyentuh banyak orang.

Jika follower kita sudah banyak, tidak dipungkiri akan semakin mudah memasarkan ide, gagasan dan informasi yang dapat diterima oleh ribuan orang dalam waktu hitungan detik. Maka, bagi kalangan marketer harus memahami kekuatan RT ini dalam memasarkan produknya.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger