Minggu, 23 Januari 2011

Lagi, Leonardo De Caprio Membuatku Bingung

Tentang film The Inception

Leonardo De Caprio bersama Ellen Page dalam adegan Inception. 
Malam minggu adalah waktu yang tepat untuk menenangkan pikiran dari beban pekerjaan sehari-hari. Untuk mengisi waktu tersebut tidak ada salahnya menonton film. Bermodal film download dari internet (thanks Cinema3satu, tak bantu promo ya, hehe..), saya pilih film yang berjudul The Inception. Memang film itu sudah lama sekali di tayangkan di Bioskop (sekitar Juli-Agustus 2010), namun saya hanya ingin yang gratisan saja. Dan malam minggu kemarin baru sempat menontonnya. Mungkin diantara Anda sudah banyak yang menontonnya. Karena film ini cukup populer.

Dilihat dari sinopsisnya, film ini membuatku penasaran. Lagi-lagi Leonardo De Caprio harus memainkan film yang cukup memutar otak. Sebelumnya, film Shutter Island yang juga diperankan olehnya, mengajak kita untuk menterjemahkan sendiri maksud cerita tersebut. Meski harus ku tonton hingga tiga kali, tetap saja ada film Shutter Island tidak memberikan ruang untuk memahami akhir ceritanya. Penonton harus menterjemahkannya sendiri, sehingga seolah-olah kitalah yang harus menjadi detektif untuk menyimpulkan logika-logika yang dibangun dari alur ceritanya.

Berbeda dengan film populer Leonardo De Caprio lainnya yang berjudul The Departed, meski kita di ajak untuk masuk ke dunia mata-mata dan intelejen kepolisian, film ini masih mudah untuk dicerna diakhir ceritanya. Sebab, The Departed merupakan film yang di adopsi dari film asal China yang berjudul Infernal Affairs, dan saya sudah pernah menontonnya.

Kembali ke Inception, logika cerita yang dibangun pada film ini sunggu diluar dugaan. Kalau pada Shutter Island logika cerita yang dibangun adalah untuk menterjemahkan kesimpulan cerita, maka pada Inception kita di ajak untuk melihat bagaimana step-step cerita bekerja untuk menterjemahkan maksud step cerita berikutnya. Bahkan hingga akhir cerita kita juga disuguhkan sebuah adegan yang kembali mempertanyakan kesimpulan cerita. Bingung? Saya juga bingung bagaimana harus menjelaskannya. Makanya, untuk menonton film ini harus memperhatikan dengan detail setiap percakapan pemerannya.

Bisnis mencuri dan mempengaruhi ide melalui alam mimpi itulah yang dilakukan Cobb (Leonardo De Caprio) kepada kliennya. Atau pekerjananya dapat dibahasakan sebagai Extractor. Ia dapat memasuki alam mimpi melalui alat yang dimilikinya. Keahliannya itu membuat si pengusaha besar bernama Saito memanfaatkan jasa Cobb untuk melakukan Inception, yaitu menanamkan suatu pemikiran ke dalam pikiran seseorang melalui mimpinya. Saito pun ingin menanamkan sebuah pemikiran kepada pengusaha saingannya, Robert Fischer, agar menutup perusahaan yang diwariskan oleh ayah Fischer.

Dari pekerjaan itulah Cobb membentuk tim yang mempunyai bidangnya masing-masing. Logika tentang bekerja di alam mimpi dijelaskan oleh Cobb saat merekrut seseorang mahasiswa perempuan yang bernama  Ariadne. Ariadne dipilih  untuk membantu Cobb mendesain ruang (arsitek) dalam alam imajinasi mimpinya. Dalam proses pembelajaran Ariadne itulah bagaimana film ini menceritakan cara kerja Cobb bekerja di ruang mimpi. Sehingga pada adegan ini, Anda harus betul-betul memperhatikan percakapan mereka agar mengerti pada step berikutnya.

Yang menarik adalah bagaimana Cobb harus membuat mimpi di dalam mimpi untuk bisa masuk lebih dalam memasuki ide Robert Fischer sebagai target mereka. Dan itu tidak hanya terjadi dalam 2 tahap mimpi saja, melainkan bisa menjadi 4 tahap mimpi, mimpi dalam mimpi yang mimpi itu di mimpikan lagi sampai 4 tahap. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat menamakan pikiran yang kuat pada Robert Fischer.

Dalam menjalankan pekerjaannya itulah Cobb selalu dibayangi masalah dengan istrinya yang sudah meninggal. Istrinya meninggal akibat bunuh diri. Ia bunuh diri karena alam yang dianggap Cobb adalah alam nyata masih merupaka alam mimpi bagi Istrinya Cobb. Sehingga, bunuh diri atau mati adalah cara agar terbangun dari mimpi (kembali ke alam nyata). Karena sebelumya, Cobb dan istrinya pernah hidup di alam mimpi selama bertahun-tahun.

Kisah tentang masalah kepribadian Cobb dengan keluarganya menciptakan kerumitan cerita. Terdapat hubungan yang kuat antara harus menyelesaikan misi dari sang klien, Saito, dengan masalah keluarganya. Jadi, misi yang diberika Saito tidak sekedar misi mendapatkan upah, melainkan ada kepentingan keluarga yang melatarbelakanginya. Baginya misi ini adalah cara untuk bisa pulang menemui anak-anaknya.  Nah, masalah inilah yang masih belum saya tangkap maksud hubungannya, sehingga harus menontonnya sekali lagi.

Diakhir cerita, ketika Cobb sudah menyelesaikan misinya dan akhirnya bertemu dengan anak-anaknya, disuguhi sebuah adegan dimana alat totem (seperti gasing) miliknya saat diputar tidak menyelesaikan putara tersebut. Fungsi totem itu adalah untuk mengetahui apakah ia sedang di alam mimpi atau nyata. Jika totem tersebut menyelesaikan putarannya maka ia berada di alam nyata, jika tidak maka ia harus bunuh diri (mati) untuk terbangun dari mimpinya. Dan di akhir adegan itu, totem tersebut tidak berhenti. Sehingga menimbulkan pertanyaan, apakah dengan bertemu anak-anaknya ia sudah di alam nyata atau masih di alam mimpi. Menurutku, bisa jadi akhir cerita ini ada hubungan dengan bunuh diri istrinya bahwa ia masih di alam mimpi. Ah sudahlah.

Sungguh, film ini melahirkan alur cerita yang kompleks dan saling berkaitan serta masih diakhirkan dengan pertanyaan, maka film ini memang betul-betul membuat bingung bagi yang tidak konsentrasi menontonya. Mungkin ini yang kedua kalinya Leonardo De Caprio membuatku bingung dengan adegannya. Malam minggu ini pun akhirnya harus dibuat stress olehnya. Resensi yang kutuliskan ini juga masih sedikit bingung untuk membuatnya, sehingga mohon maaf apabila yang membaca cukup kebingungan atau ada penjelasan yang  belum pas dan kurang. Tetapi setidaknya lumayanlah, film ini cukup menghibur. Selamat menonton bagi yang belum.



0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger