| sumber ilustrasi www.shalimow.com |
Tapi ini bukan si Gayus politisi PDIP itu. Bukan. Tapi Gayus lain yang berasal dari daerah yang sama dari si politisi PDIP itu. Yaitu Gayus yang tiba-tiba saja menjadi terkenal sekitar awal pertengahan tahun 2010 lalu dan meramaikan headline pemberitaan media masa. Padahal, ia adalah hanya seorang pegawai pajak golongan 3A. Ia menjadi populer karena pagawai pajak kelas menengah tersebut memiliki rekening gendut. Kekayananya mencapai 75 miliar katanya. Wah.. mantap juga dia ya. 75 miliar itu dari mana, hasil korupsi uang pajak atau fee dari korporat yang tidak mau bayar pajak? Banyak yang menduga, di adalah pelaku makelar pajak yang mebuat dirinya bisa kaya. Dan masuklah dia ke hotel prodeo.
Sempat pemberitaan media tentang Gayus berhenti. Publik sedang di ajak mengikuti hysteria opini pada masalah lain. Namun, menjelang akhir tahun 2010 publik kembali dikejutkan dengan berita plesiran Gayus yang sedang berjalan-jalan di luar hotel prodeonya. Seolah, wajah penegak hukum sedang ditampakkan keboborkannya.
Ah, gayus, mengapa namamu begitu terkenal. Namamu begitu bising ketika saya menghidupkan televisi akhir-akhir ini. Semua orang beropini tentang diri Anda tuan Gayus. Sebenarnya apa yang terjadi dengan negeri ini. Propaganda apalagi yang sedang dibuat. Semua orang sangat histeris sekali mendengar nama Anda. Apakah Anda hanya sebagai kambing hitam atau bagian dari 'agenda' sandiwara. Saya pun juga bingung, siapa yang harus dipercaya dalam kasus ini. Semua orang membuat kesimpulannya sendiri tanpa bisa membuktikan fakta-fakta yang ada. Dan selalu saja sampai pada kesimpulan praduga. Hingga saya meyakini tidak ada yang bisa dipercaya diantara polisi, jaksa, politisi, pengamat, menteri hingga presiden, termasuk Anda tuan Gayus. Bosan saya mendengar berita Anda tuan!
Memang Gayus melakukan tindakan amoral di Negara ini. Tetapi, dia hanya segelintir orang dari jutaan individu berpenyakit amoral di negara ini. Hanya dia yang menjadi hysteria masa. Histeria masa yang telah menciptakan definisi konotatif. Apakah kedepannya nama Anda akan bernasib sama dengan nama Jayus sebelumnya??
Catatan :
Jayus adalah pemberian gelar kepada seseorang yang melucu tetapi tidak lucu. Sejarahnya bermula dari seseorang yang bernama Djayusman (biasa dipanggil Jayus) yang lelucoannya tidak lucu sehingga namanya menjadi definisi perilaku tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.