![]() |
| ilustrasi kholimi-id.blogspot.com |
Banyak kesimpulan untuk menentukan siapa pelaku pembuatnya. Tak lepas, isu pelaku dari makhluk luar angkasa sejenis alien dengan kendaraannya yang disebut UFO menjadi pihak tertuduh. Alasannya, seperti halnya Crop Circles di luar negeri, Crop Circles yang terjadi barusan memiliki nilai seni yang tinggi, perhitungan matematika yang cermat, dan dibuat dalam waktu yang cepat sehingga banyak pihak yang menyimpulkan bahwa tidak mungkin manusia yang membuatnya. Dengan kata lain, alien atau makhluk luar angkasa yang memiliki kecerdasan di atas manusia di anggap sebagai pelaku dengan meninggalkan jejak pesawatnya (UFO).
Selain itu, banyak juga yang berpendapat Crop Circle di Sleman terjadi akibat pengaruh alam seperti angin puting beliung atau akibat adanya medan magnet dari tegangan listrik kabel sutet. Namun yang paling kuat memberikan kesimpulan sebagai pelakunya adalah perbuatan manusia.
Bagi saya, kesimpulan terakhir inilah yang cukup relevan sebagai pelaku pembuatnya. Sebab saya tidak mempungkiri kecerdasan manusia. Sebagai orang awam pasti akan mengelak (baca : tidak mungkin) ketika melihat sesuatu yang ajaib atau tidak memungkinkan logika nalar manusia. Namun, dalam beberapa kasus, ketidakmungkinan tersebut bisa menjadi sesuatu yang mungkin oleh manusia-manusia yang mampu memahami logika ketidakmungkinan. Dalam hal ini, terdapat manusia-manusia cerdas yang mampu melakukan atau membuat sesuatu yang orang lain tidak mampu.
Keyakinan Crop Circles itu buatan manusia adalah karena ketidakpercayaan saya kepada makhluk luar angkasa yang bernama alien. Sosok makhluk tersebut masih menjadi imajinasi manusia. Dalam kaidah ilmu pengetahuan, membicarakan alien sama halnya mengkaji penciptaan makhluk hidup. Maka, dalam hal ini, alien masih berupa dugaan (hipotesis) yang belum terbukti kebenarannya. Jikapun ada orang yang mengaku pernah melihat atau diculik oleh alien, masih sangat diragukan kebenarannya. Bukti-bukti berupa gambar penampakannya masih sulit untuk bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Saya pun sebagai muslim dalam memperbicangkan makhluk ciptaan tuhan harus kembali lagi kepada dasar teori (atau pedoman) kita berpijak, yaitu Al Qur’an. Dalam Al Quran, makhluk yang di ciptakan oleh Allah swt terdiri dari makhluk gaib dan makhluk hidup. Makhluk gaib seperti jin dan malaikat sedangkan makluk hidup adalah manusia, hewan dan tumbuhan. Tidak ada keterangan teks yang menerangkan keberadaan makhluk ciptaan-Nya selain yang disebutkan tadi. Maka, sudah seharusnya meyakini dasar pijakan kita untuk memahami kehidupan alam semesta ini. Jika pun benar-benar ada manusia yang secara jujur telah melihat alien, bisa jadi alien tersebut merupakan salah satu dari kategori ciptaan Allah swt, khususnya jin. Dengan kata lain, jin yang muncul menunjukkan dirinya kepada manusia menyerupai alien.
Lalu, jika pelaku Crop Circle di Sleman itu adalah jin dalam bentuk alien, bisakah? Sungguh, jika harus meyakini makhluk ghaib melakukan perbuatan ini maka dugaan tersebut terlalu jauh. Alam ghaib merupakan rahasia Allah swt yang cukup kita yakini, sebab untuk dikaji secara ilmu pengetahuan masih jauh dari nalar manusia. Jikapun harus dipaksakan memasuki kajian ilmiah seperti ilmu fisika, alam ghaib merupakan teori-teori tentang dimensi ruang atau dalam bahasa fisikanya disebut hiperspasial yang menyimpulkan adaya keterbatasan indera untuk bisa melihatnya. Hiperspasial berbentuk seperti gelombang, gravitasi, atau biasa disebut dengan ruang dimensi keempat (ada juga yang mengatakan sebagai dimensi ke lima karena ke empat adalah dimensi waktu). Kita dapat merasakan namun tidak bisa melihatnya. Mata kita masih sebatas melihat ruang hingga dimensi ke tiga (tiga dimensi). Dan itu pun dapat dirasakan jika telah melalui medium tertentu (alat) seperti radio, dsb (makanya, jin dapat kita dengar suaranya setelah memasuki tubuh manusia). Maka, tidak mungkin jin yang berada pada ruang dimensi ke 4 dapat berkreasi di dimensi ke 3. Sehingga, kembali lagi kepada dugaan yang paling dekat, yaitu perbuatan manusia (yang dirasuki jin, bisa jadi).
Lain halnya ketika membicarakan benda terbang bernama UFO. Untuk yang satu ini saya sedikit mempercayai keberadaanya. Namun bukan keberadaanya sebagai transportasi milik alien, melainkan benda terbang yang juga diciptakan oleh manusia. Mengapa saya sedikit meyakini keberadaan benda terbang yang tidak teridentifikasi ini? Sebab, prinsip kerja UFO menggunakan teori anti gravitasi yang mana teori tersebut sudah dapat dipertanggungjawabkan secara ilmu pengetahuan. Memang agak sulit saya harus menjelaskan teori tersebut. Jika ingin tahu bagaimana teori anti gravitasi bekerja bisa membaca di sini. Dari kemungkinan inilah bisa jadi berita-berita tentang seseorang yang mengaku melihat UFO adalah teknologi manusia yang tidak dipublikasikan keberadaannya.
Jika dihubungkan dengan terbentuk Crop Circle, bisa dimungkinkan lingkaran tanaman tersebut terbentuk akibat dari jejak pendaratan UFO yang memiliki sifat panas pada bagian bawahnya. Dugaan ini bisa dijadikan penyebab, namun penyebab yang juga sama artinya sebagai jejak produk manusia, bukan alien, atau dengan kata lain ada perbuatan manusianya.
Namun, dugaan adanya pendaratan UFO di persawahan tersebut bisa terbantahkan. Semestinya, jika memang UFO tersebut mendarat pasti warga di situ akan mengetahui mulai dari suara dan keributannya. Sumber infomasi yang mengatakan bahwa ada orang yang mendengar suara pesawat hanya satu-dua orang, padahal disekitar situ masih banyak bermukim warga lainnya yang tidak mendengar apa-apa. Maka, dugaan yang terkuat adalah perbuatan tangan manusia untuk membentuk pola yang berseni tersebut.
Seorang Ilmuan senior NASA yang bernama David Morrison seperti dikutip Vivanews mengatakan dengan jelas bahwa Crop Circle dibuat oleh manusia sebagai lelucoan. Dalam beberapa kasus di luar negeri, hampir 80% kasus Crop Circle para pelakunya mengaku dan ada yang juga menunjukkan cara mereka melakukannya. Banyak sudah video yang beredar untuk menjelaskan cara membuar Crop Circles, salah satunya bisa dilihat di sini.
Jika ada yang bertanya bagaimana mungkin dalam semalam bisa dibuat. Jawabannya sederhana, semua mempunyai tekniknya. Maka, kembali lagi pada penjelasan saya di atas, sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin pada hal-hal tertentu oleh tangan-tangan yang berotak cerdas. Maksudnya terdapat teknik matematika rumit yang pasti akan sulit dikerjakan oleh orang awam atau tidak pernah terlibat dan berpikir mengenai teori matematika seni Crop Circle ini. Sehingga, ini hanyalah lelucoan (kerjaan) manusia yang ingin mencari sensasi, atau kata teman saya, adanya proyek pemerintah untuk mengalihkan isu. Wallahualam.
catatan :
penjelasan teori-teori di atas bukan atas dasar saya sebagai ahli fisika dan matematika namun sebagai pengalaman dari yang pernah dipelajari secara singkat dan tidak mendalam, sehingga mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kelemahan argumennya.
catatan :
penjelasan teori-teori di atas bukan atas dasar saya sebagai ahli fisika dan matematika namun sebagai pengalaman dari yang pernah dipelajari secara singkat dan tidak mendalam, sehingga mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kelemahan argumennya.

0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.