| gambar : nickelodeon.wikia.com |
Datanglah suster ke Mr. Krabs dengan menunjukkan tagihan pengobatan. “Ini tagihannya tuan, $15.000 dollar.”
“Apa, 15.000 dollar??” Mr. Krabs dengan rasa kagetnya. “Ohh.. tidak!! Mahal sekali!” tambahnya kaget.
“Hati-hati Mr. Kabs, nanti Anda jantungan.” Spongebob mencoba menasehati.
“Oh.. tidak-tidak, saya tidak mungkin jantungan. Coba lihat anak-anak, $15.000 dollar.” Kata Mr. Krabs. Tiba-tiba saja wajah kaget itu menjadi senyuman, “Sumber uang,” Lirihnya, “Rumah sakit bisa menjadi sumber uang.”
Wajah Squidward menunjukkan wajah dongkolnya.
“Anak-anak, besok kalian sekolah kedokteran.” Ucapnya dengan wajah ceria.
SpongeBob dan Patrick kegiranganya mendengar hal itu. Beda dengan Squidward yang selalu menunjukkan karakter wajah dongkolnya.
Lalu habis adegan tersebut. Ini hanya bagian akhir dari sebuah adegan utuh. Agak lama saya mencerna adegan ini sejanak, tiba-tiba tertawa sendiri. Melihat tingkah Mr. Krabs yang mata duitan selama mengikuti serial Spongebob membuat cuplikan adegan tersebut terasa sangat familiar dengan kehidupan sosial. Betul-betul terasa kritik sosialnya film ini.
Kok bisa, gara-gara mendapat tagihan rumah sakit yang begitu mahal ia malah terpikir untuk membangun rumah sakit. Inilah uniknya orang kapitalis (yg mata duitan). Meski film ini bukan buatan dalam negeri, nampaknya sudah menjadi tren bahwa biaya mahal rumah sakit bisa menjadi komoditas kesehatan.
Watak kapitalis jika bertemu dengan sumber uang, maka jadilah ide usaha. Mungkin begitu kali hukum alamnya. Seperti Mr. Krabs yang selalu mencari dollar, dan pelit mengeluarkannya. Banyak adegan-adegan yang begitu terasa pada masalah-masalah sosial. Pernah ia berkata, “Aku suka kamu Sponge bob,”. “Benarkah tuan,” Spongebob dengan wajah sumringahnya. “ia, karena kamu murah,” Mr. Krab. (paham??)
0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.