Senin, 25 April 2011

Sidney Jones Meneror Rohis

Aktivitas Halaqoh saya di SMAN 1 Balikpapan tahun 2004
Sungguh mengecewakan pernyataan pakar terorisme Asia tenggara yang bernama Sidney Jones. Ia menyatakan bahwa aktivitas keislaman (taklim) sekolah merupaka lahan lahirnya benih terorisme. Perkataan tersebut terucap di tengah-tengah ramainya pemberitaan kasus terorisme akir-akhir ini. Dari kata terorismenya saja belum memiliki definisi yang jelas. Berbagai kejadian teror yang ramai di berita-berita nasional pun kebanyakan bukti-bukti yang disampaikan masih dalam tahap dugaan. Tanpa bukti yang jelas tersebut, bukannya meredam efek ketakutan melainkan menciptakan teror baru; opini sesat.

Bagaimana mungkin aktivitas keislaman sekolah yang sungguh-sunggu positif membangun nilai moral dan kesadaran toleransi siswa dianggap sebagai tempat lahirnya terorisme. Saya pun memahami kesadaran hekakat kehidupan dan kesadaran moral berkat kegiatan rohis SMA. Banyak teman-teman saya ataupun siswa-siswa yang pernah terlibat di Rohis Sekolah menunjukkan prestasinya di negeri ini. Sumbangan-sumbangan pemikiran, prestasi akademik hingga kegiatan penyadaran moral dan akhlak anak bangsa justru dilahirkan dari kegiatan Rohis. Rohis sebagai garis terdepan mengkampanye anti narkoba. Mereka juga tampil sebagai garis terdepan pembangun opini bahayanya seks bebas remaja. Dan, ribuan jebolan rohis justru lebih nasionalis dan pembangun aset bangsa ketimbang si pengamat intelejen itu.

Tanpa adanya bukti yang jelas dan data yang akurat, perkataan yang mengatakan rohis tempat lahirnya teroris terlalu berlebihan menuduh. Apakah Sidney Jones tidak pernah melihat prestasi-prestasi anak rohis di negeri ini? Lalu,  apakah hanya kejadian satu dua orang sudah bisa disimpulkan bahwa rohis adalah aktivitas yang berbahaya bagi keamanan nasional?  Saya sebagai jebolan anak Rohis mengaggap bahwa kesimpulannya sangat tandensius.

Justru hal seperti inilah yang dapat menciptakan wacana destruktif. Bukannya meredam ketakutan, malah menciptakan ketakutan baru. Perkataan yang tidak berdasarkan bukti dapat membangun teror baru. Ruang-ruang kecurigaan dari para guru dan orang tua bisa mempengaruhi aktivitas pejuang moral remaja tersebut. Maka, aset sekolah yang bekerja sebagai penyelama moral generasi dapat terancam oleh aksi teror yang dilakukan pengamat intelejen ini. Wallahualam.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger