Rabu, 19 Januari 2011

Alasan Masih Menetap di Jogja

Fotoku di salah satu pameran seni rupa Jogja
Banyak yang bertanya mengapa saya masih menetap di Jogja ketika kuliah telah lulus. Padahal bicara prospek kerja, kota kelahiran saya lebih menjanjikan dibanding kota yang sekarang saya tempati. Keluarga pun bertanya-tanya, namun saya selalu memberikan jawaban ngambang atau seperlunya saja, sebab agak sulit untuk menjeleskan secara detail. Sampai-sampai keluarga pun menyimpulkan saya tidak mau pulang disebabkan oleh perempuan. Hahaha.. ada-ada saja. Jelas bukan itu.

Memang ada alasannya. Saya pun membagi dua alasan, yaitu alasan karakter dan alasan karir.

Pada alasan karakter, saya termasuk jenis orang introvet. Salah satu sifat orang introvet adalah sulit untuk bergaul dengan orang baru. Butuh waktu lama untuk bisa berproses dengan orang-orang yang baru kenal. Biasanya, dilingkungan baru atau hidup di kelompok baru saya lebih banyak menjadi pendiam. Agak sulit  untuk mengucapkan kata-kata keakraban bila bergaul dengan orang-orang baru. Berbeda dengan teman-teman yang sudah lama saya kenal, saya mampu aktif bercanda. Sehingga, saya agak sulit lepas dengan pergaulan teman-teman yang sudah lama kenal.

Lalu hubungannya apa dengan tidak mau pulang? Ketika pulang, maka mau tidak mau saya harus bekerja di kota yang sudah lama saya tinggalkan. Dan saat itulah saya akan menemukan kelompok baru yang akan saya masuki. Sebenarnya ini tidak menjadi masalah ketika di kota kelahiran saya masih ada teman-teman lama yang masih akrab dengan saya. Kelompok teman-teman lama bisa menjadi pelarian saya jika tidak betah di lingkungan teman-teman baru. Namun sayangnya, saya sudah banyak kehilangan teman lama di kota tersebut. Mereka sudah pada bekerja entah dimana. Sehingga, hanya tersisa teman-teman yang masih meneta p di Jogja. Karena teman inilah yang membuat saya tetap bertahan. Saya sudah membayangkan seandainya menetap di kota tersebut pasti akan kesepian, dan gak betahlah pokoknya. Masalah inilah yang agak sulit saya jelaskan ke keluarga.

Pada alasan karir, kita tahu sendiri Jogja adalah wilayah yang menjanjikan untuk berkarir di dunia literasi. Selain itu, kota ini juga kaya akan bahan baku murah untuk menjalakan usaha dibidang industri kreatif. Berbeda dengan kota kelahiran saya, kalau ingin menjadi karyawan dengan gaji besar, itu lebih menjanjikan. Tetapi bukan itu yang ingin saya cari.

Jogja banyak terkumpul orang-orang intelektual negeri ini. Lingkungan ini yang menjadikan saya berharap besar untuk berkarir di lingkungan orang-orang intelektual. Orang-orang intelektual tidak lepas dari dunia literasi. Dengan pergaulan dari kalangan tersebutlah dapat mendukung saya untuk bisa berkakrir di dunia literasi meskipun butuh waktu yang lama untuk belajar. Teorinya mudah, lingkungan yang menentukan perilaku kita.

Selain itu, saya juga sedang membangun sebuah usaha kerajinan bambu. Saya mulai usaha tersebut ketika menjelang akhir kuliah atau sedang bertepatan menyusun tugas akhir. Karena usaha ini, sangat sayang untuk saya tinggalkan ketika harus pulang. Meskipun saya hanya sebagai pemasar, namun saya berani berinvestasi besar kepada pengrajin bambu yang saya ajak bekerja sama untuk membangun usaha ini menjadi besar. Dan harapan saya adalah usaha ini bisa menghidupi saya tanpa harus bekerja dengan orang lain, atau bekerja di perusahaan-perusahaan nasional. Menjadi pebisnis memang telah menjadi idealisme saya yang agak sulit dilepas. Sehingga ketika harus menjadi karyawan kantoran hanya sebatas keinginan menuruti orang tua yang berharap anaknya bisa bekerja dengan gaji tetap.

Yang pasti, saya berjanji akan kembali ke kota kelahiran saya yaitu Balikpapan meski belum tahu itu kapan. Tetap, kota balikpapan akan selalu menjadi kota kebanggaan. Kota yang juga membutuhkan tangan saya untuk membangunya menjadi kota madani yang di cita-citakan kota minyak tersebut.


3 komentar:

  1. web walkin'...
    ada satu hal yg sama antara kmu dg anggota 4 sekawan lainnya...
    sama-sama bergerak di dunia tulis menulis.

    salam sukses,kawan...

    (4 sekawan: ridwan (kmu), mas wildan, mas edo,mas yusuf)

    BalasHapus
  2. makmurkan balikpapan bang..

    BalasHapus

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger