Senin, 20 September 2010

Pengguna Facebook Tolol

Apakah Anda pengguna Facebook? Jika iya berarti Anda tolol. Termasuk saya juga kali ya yang juga pengguna. Mendengar kalimat “pengguna facebook tolol” dari sebuah berita membuat saya tertawa sendiri. Sebab, yang mengatakannya adalah pendirinya sendiri, Mark Zuckerberg.
Dari sumber Vivanews [15/9/10] memberitakan bahwa Mark Zuckerberg mengakui dirinya pernah memaki para pengguna pertama Facebook sebagai orang tolol. Seperti yang ditulis diberita tersebut, makian itu dilakukan melalui pesan instan ke seorang teman Zuck (panggilan Mark Zuckerberg). Isi pesan itu menceritakan kalau para pengguna awal facebook (mahasiswa Havard) dengan percaya memberikan informasi pribadi ke akun facebook. Sehingga Zuck mengatakan mereka adalah orang-orang tolol.
Dengan sedikit senyum-senyum sinis (ternyata saya orang tolol), saya sependapat dengan Zuck. Karena dia adalah orang pintar (pintar membodohi), mampu menciptakan produk yang akan digunakan oleh orang-orang tolol. Bisa jadi ada maksud tersembunyi dari penyebutan tolol itu. Entah apa maksudnya, saya harap deskripsi tolol menurut Zuck akan sama dengan penjelasan tentang orang-orang tolol yang akan saya jelaskan.

Asal tau aja, pintar lawan dari tolol. Di sinilah letaknya kecanggihan jaman modern dengan paham kapitalisme. Orang-orang tolol akan digilas oleh orang-orang pintar. Banyak orang-orang tolol yang rela mengeluarkan uang untuk orang-orang pintar. Seperti diciptakannya produk-produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan, malah membuat kerusakan bagi orang itu sendiri. Contohnya rokok, obat-obatan, berbagai macam minuman dan makanan, dsb. Dan lebih tololnya, era kapitalisme adalah era dimana orang-orang tolol belajar dengan orang pintar agar menjadi pintar dengan rela mengeluarkan uang yang muahaal! Lihatlah, kita sekolah, kuliah, ikut pelatihan, semuanya bayar dan mahal. Untuk dapat gelar pintar pun bayarnya puluhan juta.
Kembali ke masalah facebook. Dengan kepintaran Zuck, dia berhasil menciptakan generasi tolol. Seperti apa generasi tolol yang telah diciptakan Zuck.
Tolol pertama, Zuck berhasil membuat orang untuk semakin membuka diri. Orang-orang rela menuliskan informasi pribadinya ke ruang publik. Seperti hobi, makanan favorit, buku yang dibaca, film, alamat, kota kelahiran, nomor telepon, email, club/kelompok, pekerjaan, riwayat pendidikan, tanggal lahir, orientasi seksual, interest, jadwal harian, hubungan dengan teman, foto-foto pribadi, dan orientasi politik. Ditambah dengan fasilitas yang dapat mengungkapkan ‘Apa yang Anda pikirkan’, perasaan, dan ungkapan lainnya.
Akhirnya, fasilitas ruang publik tersebut telah menjadi sarana aktualisasi diri. Kata teman saya, bakat katarsis manusia yang terpendam pun tersalurkan. Orang-orang berlomba-lomba menunjukan keinginannya menyampaikan hasrat, perasaan, dan jiwa narsistik. Rating facebook naik, Zuck semakin kaya. Dan kita, hampir setiap hari menuliskan kata-kata indah, puitis, doa, opini tetap saja miskin. Waktu habis untuk berwacana (waduh, aku banget!!). Sehingga berefek pada berkurangnya tingkat produktivitas untuk melakukan hal-hal yang lebih nyata (data : pengalaman pribadi). Maksudnya lebih nyata adalah melawan kepintaran yahudi seperti Zuck dengan ‘jihad fisabilillah’ yang lebih protektif dan efektif.
Tolol yang kedua, Zuck berhasil membentuk ekosistem masyarakat yang candu (kecanduan sosial). Ketika membuka internet, web apa yang pasti dan selalu kita buka? Itulah hebatnya Zuck. Bisa menciptakan narkotik digital. Membuat orang ketagihan dan menjadi sakau sosial. Tidak bisa sehari saja untuk lepas dari facebook. Dampaknya, lagi-lagi penurunan produktifitas. Banyak media memberitakan turunnya tingkat produktivitas suatu perusahaan karena karyawannya kecanduan facebook. Sehingga banyak perusahaan-perusahaan baik di dalam negeri maupun di Negara-negara maju membatasi akses facebook di komputer-komputer kantor (data : silahkan googling sendiri dampak facebook, banyak kok). Pemberitaan mengenai facebook meningkat tajam. Media pun akhirnya ikut-ikutan menjadi tolol karena membantu mempopulerkan makhluk buatan Zuck itu. Dan akhirnya, nilai jual perusahaan menjadi naik. Zuck pun dapat menikmati kopi hangat dengan rekening dollar yang terus bertambah sambil tersenyum sinis.
Tolol yang ketiga, kita akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Ingat, data-data pribadi kita ada di web tersebut. Maka logikanya, facebook telah menjadi database online terbesar. Bisa jadi, informasi yang ada di facebook dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak asing dengan tujuan ekonomi dan politik, seperti korporasi multinasional dan intelejen.
Saya sendiri tidak mempunyai data ilmiah untuk membuktikan itu semua. Namun ada seorang kaskuser (anggota kaskus) memposting thread di kaskus tentang keterlibatan CIA di facebook yang mungkin bisa jadi sumber refrensi. Hasil analisis kaskuser tersebut mengatakan kalau facebook juga memiliki semacam aplikasi yang fungsinya menghitung statistik data anggotanya. Mengukur mana yang paling potensial berdasarkan faktor demografisnya. Serta mengukur bagaimana perkembangannya secara statistik. Dan aplikasi ini juga merupakan aplikasi yang bisa secara otomatis mengambil data-data pribadi penggunanya. Data-data ini kemudian digunakan sebagai "modal" untuk memberikan penawaran kerjasama kepada perusahaan-perusahaan besar tentunya berkaitan dengan masalah investasi. Penawar tertinggi adalah yang paling berhak mendapatkan semua informasi data-data pribadi pengguna facebook. Lalu bagaimana data-data tersebut dapat terhubung ke CIA, silahkan baca sendiri di link ini http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4534080.
Lalu apa tujuan pemanfaatan data tersebut?
Segala macam informasi mengenai sifat dan karakter manusia dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pengenalan perilaku manusia. Atau dalam bahasa pemasarannya perilaku konsumen. Dapat disimpulkan, data-data personal di facebook dapat dimanfaatkan korporasi multinasional sebagai informasi pengenalan konsumen untuk kepentingan bisnisnya, yaitu menguasai pasar. Karena mereka mengetahui sifat dan karakter kita, kita akan mudah terpengaruh berbagai macam bentuk promo bisnis mereka agar terjebak untuk mengkonsumsi produk tersebut. Kalau sudah begitu, kita akan masuk pada arena masyarakat konsumtif yang jauh dari perilaku produktif.
Tetapi itu masih mending. Yang lebih berbahaya adalah informasi pribadi kita yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan intelejen. Kalau sudah intelejen, pasti kepentingan politik akan bermain. Kita akan terjebak pada konspirasi politik. Dengan celotehan kita di wall (dinding ratapan), Amerika khususnya yahudi, dapat menguasai cara berpikir kita. Dan lagi-lagi kita akan terjebak pada sebuah penjajahan. Lebih tepatnya penjajahan psikologis. Secara tidak sadar kita menjadi budak mereka. Tidak percaya? Ya sudah.
Tolol terakhir, mengapa saya harus menuliskan artikel ini dan menaruhnya di note Facebook kemudian memberi menge-tag????
Inilah virus tolol sosial. Virus yang mampu membuat anak manusa menderita sakau sosial dengan bergelimpangan di depan layar monitor dan hp. Anti virusnya adalah jadilah orang pintar. Orang pintar adalah orang yang tidak haya minum tolak angin ketika masuk angin tetapi orang yang memanfaatkan facebook untuk menyebarkan anti virus tolol 1.0. Kedua, orang pintar adalah orang yang mampu memfaatkan facebook untuk tujuan meraup kekayaan dengan menciptakan orang-orang tolol baru. Dan terakhir, orang pintar adalah orang yang selalu berpegang teguh pada Al Qur’an dan sunnah sesuai pemahaman sahabat dan salafusahleh, begitu kata orang salafy.
------------------------------------------------------------
Berikut ini cuplikan pembicaraan Zuckerberg dengan rekannya.
Zuck: Yeah so if you ever need info about anyone at Harvard (Ya… Bila kamu membutuhkan informasi apapun tentang mahasiswa-mahasiswa di Harvard…)
Zuck: Just ask. (… bilang saja kepada saya)
Zuck: I have over 4,000 emails, pictures, addresses, SNS (Saya memiliki lebih dari 4000 akun surat elektronik, alamat-alamat, SNS)
Teman – tidak disebutkan namanya: What? How’d you manage that one? (Bagaimana kamu bisa mendapatkannya?)
Zuck: People just submitted it. (Orang-orang mendaftarkannya (ke Facebook- red) begitu saja)
Zuck: I don’t know why. (Saya juga tidak tahu kenapa..)
Zuck: They “trust me” (mereka ‘mempercayai saya’)
Zuck: Dumb fucks. (Dasar orang-orang tolol)

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger