Senin, 06 Juli 2009

Jalan-jalan ke Monumen Kapal Selam

Tepat tengah hari di pusat kota Surabaya yang hawanya cukup panas, saya mencoba mengunjungi sebuah monument bersejarah. Dimana di monument tersebut berdiri sebuah kapal selam. Bukan patung, bukan benda buatan, namun benda asli yang sudah tidak di pakai lagi. Kapal Selam KRI Pasopati namanya. Memiliki nomor lambung 410. KRI Pasopati inilah yang dulunya pernah memperkuat armada kapal selam TNI AL saat kejayaannya.

Begitu banyak catatan sejarah yang menceritakan kapal selam ini. Anda tahu sejarah perjuangan perebutan Irian Barat? Jika Anda menyimak lebih dalam sejarah tersebut, Anda akan tertegun melihat kehebatan militer Indonesia. Sampai-sampai, Belanda pun, belum sempat kontak senjata secara langsung sudah menyerah duluan. Dikarenakan, pada jamannya (sekitar awal tahun 60an) militer kita termasuk terkuat di belahan bumi selatan. Puluhan kapal tempur kelas Frigat dan 12 armada kapal selam meramaikan perairan nusantara ini. Di tambah ratusan jet tempur yang meraung di udara Indonesia, seperti yang salah satunya jenis Mig 21 Fishbed yang mana jet tempur tersebut sangat ditakuti oleh blok barat.

“Hebat banget ya, Indonesia dulu teknologinya sudah bisa seperti ini.” Ucap kakak sepupu saya -ketika saya ajak ke monument tersebut- yang baru tahu kalau Indonesia pernah punya kapal selam moderen seperti itu.

IndonesiaI dikala itu menjadi satu-satunya negara di belahan dunia selatan yang memiliki 12 kapal selam kelas Whisky. Saat itu Whisky class merupakan kapal selama diesel yang amat ditakuti oleh blok NATO. Belanda pun saat itu tak memiliki kapal selam dengan spesifikasi yang sama untuk menandingi Whisky class.

Kapal selam ini dibuat di Vladi Wostok-Rusia pada tahun 1952. Masuk jajaran TNI AL (Satselarmatim) terhitung mulai tanggal 29 Januari 1962 dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh (anti shipping), mengadakan pengintaian dan melakukan ""silent raids"".

Jika anda masuk ke dalam kapal KRI Pasopati, anda akan menemukan sebanyak 7 (tujuh) ruang sesuai dengan fungsinya masing-masing, yaitu:
  1. Merupakan ruang torpedo haluan, dilengkapi 4 peluncur torpedo, tempat penyimpanan torpedo cadangan dan tempat istirahat Anak Buah Kapal (ABK). Di bawah geladak terdapat dome sonar.
  2. Merupakan Lounge room Perwira, sekaligus ruang makan dan tempat bekerja perwira. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan batere group I.
  3. Merupakan ruang PIT (Pusat Informasi Tempur), tempat pengoperasian kapal dan pusat kegiatan tempur dilaksanakan. Di bawah geladak terdapat gudang penyimpanan makanan.
  4. Longue room Bintara/Tamtama dan dapur. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan batere group II.
  5. Tempat motor diesel, pesawat bantu dan pengendaliannya.
  6. Adalah tempat motor listrik penggerak kapal, motor-motor bantu dan pengendaliannya.
  7. Merupakan ruang torpedo buritan, terdapat 2 peluncur torpedo yang berfungsi menyerang atau menghindar.







1 komentar:

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger