Rabu, 04 Maret 2009

Wildan Taufiq : Ingin seperti Sulaiman yang mampu memikat Ratu Balqis karena ilmu


Bermata empat, kurus. Selalu serba hitam pakaiannya. Tas punggung hitam pun selalu dibawa kemanapun ia pergi. Walaupun panas terik di siang itu, ia datang dengan penuh keyakinan dan tanpa beban. Wajah bahagia selalu yang dipancarkan. Kedatangannya dengan penuh tawa, seperti memberikan angin segar di tengah panasnya sekretariat JAM.

Masih angkatan 2003, tetapi semangat mahasiswa Fakultas Ekonomi UII ini untuk terus ke kampus selalu ada. Lihat saja, ada saja di waktu-waktu tertentu penampakannnya muncul di sekitar EC (English Corner; teras Fakultas Ekonomi). Wildan Taufiq namanya. Sering muncul dalam rubrik refleksi di majalah sintaksis FE UII waktu itu. Memang benar, dia dahulu merupakan bagian dari redaksi Sintaksis. Tetapi kerena merasa dirinya sudah tua, akhirnya mengundurkan diri.

Salah satu ciri yang menonjol dalam dirinya adalah pengetahuannya yang cukup luas. Cara berpikir sistematis serta argument-argument yang dikatakan dalam mencawab persoalan, telah membuktikan akan kematangannya dalam berpikir. Membaca, merupakan agenda utama sehari-hari.


Ketika ditanya, alasanya menjadi pria yang tidak pernah lepas dari buku, dengan bangga dan tanpa berpikir panjang ia menjawab bahwa ia termasuk orang yang tidak sabar dan tidak betah duduk di kelas. Mendengarkan ocehan dosen adalah hal yang menjemukan baginya. Sehingga Proses belajar yang menyenangkan adalah dengan membaca.


Baginya, buku itu adalah guru yang paling sabar. “Ketika saya tidak mengerti, lempar saja buku itu, lalu suatu saat nanti saya akan membacanya lagi. Berbeda dengan guru, kalau tidak mengerti akan tiba saatnya guru tersebut akan memarahi kita. Ya diomelin-lah, dikatakan bodoh-lah.” Ungkapnya dengan canda.
Anak kelahiran Purwokerto tahun 1984 yang berwajah arab ini terus menambahkan ceritanya tentang nikmatnya membaca. Bahwa belajar dengan membaca tidak hanya terbatas pengetahuannya dari dosen-dosen di kelas. Namun membaca buku bisa belajar dengan banyak orang. Bahkan yang sudah mati. “Dengan membaca, saya bisa berinteraksi dengan Ibnu Taimiyah. Seolah dia adalah teman bermain kelereng saya.” Candanya lagi.


Pernah aktif di KAMMI, JAM FE UII, dan LPM Ekonomika. Dan mengaku telah mengumpulkan 1.213 buku yang telah dimiliki sejak SMA. Dan hampir 90%nya telah habis ia baca. Kebanyakan buku-buku yang disenanginya berhubungan dengan komunikasi, agama, dan sedikit buku-buku manajemen. Ia selalu menargetkan dalam sehari harus menghabiskan dua ratus halaman.


Terdapat beberapa buku yang membuat ia berkesan dan berpengaruh baginya, yaitu Model Manusia Muslim; Anis Matta, Memahami Kejeniusan Konstruksi Dakwah Hasan Al Banna; Sayid Qutbh, Indahnya Al Qur’an Berkisah; Sayid Qutbh, Karakteristik Lelaki Sholeh; Abu jibril, serta Agar Bidadari Cemburu Padamu; Salim A Filah. Dan satu lagi, novel-novel thriller adalah kegemarannya.


Memang membaca merupakan kegiatan yang cukup berpengaruh sekali dalam perkembangan otak kita. Tidak hanya bertambah pengetahuan tetapi juga bertambah kecerdasan. “Dalam belajar, biasanya kita lebih suka menggunakan semua indera dalam memahami sesuatu. Memang akan mudah dimengerti, namun hal itu terkadang akan memanjakan otak. Berbeda dengan membaca, maka kita hanya belajar dengan menggunakan indera visual. Dengan terbiasa melihat struktur, bacaan dan kalimat dapat berefek pada tumbuhnya rangsangan sel-sel otak sehingga dapat membantu otak kita untuk berpikir sistematis. Dapat dikatakan peningkatan kecerdasan.” Ungkap mahasiswa manajemen yang masih belum kelar-kelar skripsinya.


Di tengah suasana yang penuh canda, dia terus memberikan argument-argumentnya akan pentingnya khasiat membaca, seperti akselerasi pengetahuan, hingga ia mempercayai perkataan seorang pemikir Islam, bahwa orang yang berilmu cenderung lebih menarik dari sisi penampilannya. “lihat saja penampilan orang desa dengan orang kota, berbeda kan?” dan terus menambahkan “kamu tahu, Ratu Balqis itu tertarik dengan Sulaiman karena pengetahuannya.”

*dari hasil liputanku untuk rubrik wonk kampus Majalah Sintaksis (tahun 2008)

1 komentar:

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger