Rabu, 04 Maret 2009

Mimpi dan Kasih Sayang


Salah satu bakat manusia terbesar adalah kemampuan mengejar impian, dan bagaimana cara kita mewujudkan mimpi itu sebagai bentuk rasa cinta dan kasih sayang kita kepada orang-orang yang telah berkorban untuk kita.”

Artificial Intelligence. Adalah sebuah film yang cukup mengharukan sekali bagi ku. Sudah lama sih menontonnya, dan memang ini film lama. Kalau tidak salah tahun 2001 diliris. Namun cukup berkesan sekali. Cerita yang bagus dan cukup menyedihkan. Dan banyak sekali pesan moral yang di dapat dari film ini.
Film ini menceritakan kehidupan di sebuah jaman masa depan di mana telah diciptakan robot-robot yang memiliki bentuk dan karakteristik sama seperti manusia. Namun bedanya, manusia mampu berpikir sendiri dan berkembang biak, tidak seperti robot yang hanya berupa mesin-mesin yang dibuat dengan kekuatan intelegensi buatan.

Seorang ilmuan pada jaman itu telah menciptakan sebuah robot anak kecil yang dapat dikatakan sebagai robot yang paling sempurna karena memiliki sifat, hasrat, mimpi dan naluri yang hampir sama dengan manusia. Namanya David, ia diprogram sebagai robot yang memiliki sifat kasih sayang yang cukup tinggi dan mampu mengenal sifat-sifat manusia yang berada di sekitarnya.
Tersebutlah sebuah keluarga yang pada saat itu sedang mengalami cobaan berat karena putra satu-satunya yang bernama Martin sedang mengalami sakit keras dan sudah divonis akan meninggal. Sang ibu yang bernama Monica sangat bersedih hingga suaminya menghadiahkannya seorang anak kecil yang bernama David tadi sebagai pengganti untuk menghiburnya. Walaupun awalnya keberatan akan kehadiran David dikarenakan bukan seorang manusia, namun akhirnya ia mau menerimanya sebagai anak angkat demi mewujudkan timbal-balik rasa kasih sayang antara Monica dan David. Sikap yang diberikan oleh Monica layaknya sang ibu kepada David telah terekam oleh David walaupun Monica masih belum ikhlas merawatnya.
Setelah waktu berjalan, terdengar kabar bahwa anak aslinya Monica yang bernama Martin telah sembuh dari penyakitnya dan kembali pulang ke rumah. Dan David pun menjadi teman bermainnya Martin.
Dalam kesehari-hariannya, David telah dianggap berbahaya oleh keluarga itu karena beberapa tindakan yang cukup membahayakan. Hal itu memang efek dari apa yang telah terprogram dalam robot itu. Salah satu yang diingingkan David adalah dapat merasakan kasih sayang Monica. Ia selalu mencoba melakukan perbuatan-perbuatan agar Monica dapat mengakuinya sebagai anak. Hingga tiba saatnya, dengan berat hati Monica dipaksa oleh suaminya untuk membuang David di tengah hutan agar David tidak membahayakan bagi keluarga itu lagi. Saat dibuang, David berjanji kepada ibunya, bahwa ia akan bertemu dengan Peri Biru, yaitu seorang peri dalam dongeng pinokio yang menjadikan pinokio menjadi seorang manusia dari cerita yang pernah didongengkan oleh Monica, agar Ia dapat menjadi seorang manusia dan diterima sebagai anak oleh Monica. Dan Monica menegaskan bahwa itu hanya dongeng.
Selang waktu berjalan, David hidup di lingkungan bebas dimana ia menyaksikan kehidupan bumi saat itu. Ia terus mencoba mencari informasi tentang keberadaan Peri Biru. Dan akhirnya menemukan letak keberadaan Peri Biru yang berada di komplek Manhattan yang telah menjadi dasar laut akibat bencana alam dari mencairnya es kutub utara akibat pemanasan global. Yang ia temukan hanyalah patung, dan ia memohon kepada patung Peri Biru itu agar ia dapat dijadikan manusia. Ia terus memohon terhadap patung tersebut dan waktu terus berjalan hingga setelah 2000 tahun kemudian ia masih berada di depan patung Peri Biru itu.
Sekelompok mahkluk yang hidup di jaman itu menemukan David dan mencoba untuk membantu keinginan David. Tetapi sayang mereka tidak bisa menjadikan David menjadi seorang manusia karena sesuatu hal yang mustahil, dan David meminta untuk bertemu Monica ibunya. Tetapi manusia pada jaman itu telah punah dan pasti Monica pun sudah meninggal. Namun mereka bisa menghidupkan Monica kembali walaupun hanya sehari. Dan akhirnya David dapat merasakan kebahagiaan hidup bersama Monica dalam sehari itu seperi ibu dan anak. Ia merasakan kasih sayang yang selalu ia impikan.
Yah.. itu sedikit cerita dari sebuah film yang cukup mengharukan, dan hingga bisa jadi kita meneteskan air mata ketika menontonnya. Yang perlu kita ambil dari film ini adalah besarnya rasa kasih sayang yang dimiliki David kepada ibunya, Monica. Dia terus berjuang untuk mendapatkan mimpinya. Salah satu bakat manusia terbesar adalah kemampuan mengejar impian, tetapi David walaupun hanya seorang robot memiliki kemampuan itu. Memang ia sengaja diprogram dengan kemampuan rasa kasih sayang dan hasrat yang cukup tinggi. Hingga rasa itu mampu menyaingi manusia. Tetapi sayangnya, manusia yang sudah memiliki perasaan, naluri dan hasrat yang tinggi jarang memanfaatkan kelebihan dari sifatnya untuk saling menyayangi.
Beberapa unsur yang dimiliki manusia adalah hati, fikrah (pikiran / akal), dan jasad. Hati inilah yang selalu mengatakan kebenaran. Dan hati inilah adalah tempat melahirkan hasrat, naluri dan cinta. Namun banyak manusia yang hatinya tertutupi oleh akal. Karena akal dapat bersifat negatif. Yaitu hawa nafsu yang dilahirkan oleh pikiran yang tidak sehat. Hawan nafsu yang berlebihan dapat menutupi hasrat kita untuk saling menyayangi dan disayangi. Sehingga tidak jarang kita mengkhianati kasih sayang orang yang menyayangi kita, yang telah merawat, dan memberikan segalanya selama kita hidup. Yang tidak lain adalah orang tua.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya, dimana ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Luqman : 14


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger