Jumat, 09 September 2011

Kesalahan Memaknai Idul Fitri

ilustrasi : blanxnotes.wordpress.com
Akhirnya saya mendapat jawaban dari pertanyaan itu. Pertanyaan yang sudah lama terpendam namun selalu lupa jika ingin bertanya pada ahlinya. Selama ini saya selalu berpikir, apakah benar semua dosa manusia (beragama islam) setelah ramadhan (pada 1 syawal) akan dihapuskan? Jika pemahaman bahwa semua manusia (beragama islam) saat lebaran kembali ke fitrah, maka terasa tidak adanya keadilan Allah disitu.

Mengapa demikian, sebab banyak orang yang dalam pelaksanaan ibadah ramadhannya memiliki tingkat yang berbeda-beda. Ada yang sholat malamnya tidak pernah putus, dan ada yang tidak pernah sholat malam sekali pun. Belum lagi yang tidak melaksanaakan ibadah ramadhan seperti puasa. Dari pemahaman tersebut Allah menujukkan konsep keadilannya pada arti dari Idul Fitri itu sendiri yang selama ini salah dipahami oleh sebagian besar umat islam di Indonesia.

Selama ini banyak yang memahami bahwa Idul Fitri bermakna Fitrah, atau kembali kepada fitrah. Yang mana manusia akan kembali menjadi suci, tanpa dosa, dengan argumen dalilnya bahwa Allah menjanjikan diampuni semua dosa-dosa orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan.

Pernah dahulu sewaktu kecil, kawan saya bercerita, jika kita meninggal pas lebaran pasti akan masuk surga. Kata teman saya itulah yang menjadi sebuah pertanyaan terpendam sejak mengenal Islam lebih dalam. Jika seorang muslim dan selama Ramadhan tidak menjalankan amalan-amalan yang disunahkan, apakah ia juga akan masuk surga? Begitu juga dengan acara-acara tv yang ramai mengatakan dengan pemaham fitri kembali kepada fitrah. Semuanya menyampaikan kepada pendengar masyarakat Indonesia, bahwa semua orang saat Idul Fitri sudha bersih dari dosa. Sehingga terbentuk opini, saat lebaran semua muslim telah bebas dari dosa.

Dari pemahaman ini, kita juga harus memperhatikan dari sebuah hadist yang sering kita dengar mengatakan bahwa banyak orang berpuasa namun hanya mendapat lapar dan haus. Berarti, ada keadilan dari Allah yang akan diberikan kepada umatnya bagi insan yang betul-betul serius menjalankan ibadah Ramadhan. Jelas, secara logika, pemahaman fitri yang bermakna kembali kefitrah tidak tepat untuk menggambarkan suasana akhir Ramadhan.

Di sinilah letak keadilan Allah melalui makna kedua frase kata tersebut. Fitri berasal dari kata Fithr. Kata yang diturunkan dari kata Fathoro atau ifthor, yang artinya berbuka. Sering kita dengar ketika ingin berbuka puasa banyak yang menyebutkan kata ifthor. Nah, dalam pengertian Idul Fitri ini menghasilkan makna frasa yang berarti kembali berbuka. Maksudnya, setelah sebulan kita tidak makan dan minum pada siang hari, maka pada 1 Syawal kita sudah dibolehkan makan dan minum pada saat matahari muncul. Begitu penjelasan guru ngaji (murobbi) saya (yang tiba-tiba menjelaskan tanpa saya tanyakan), pada malam tadi saat tulisan ini ditulis.

Jelas, bukan berarti saat lebaran semua dosa kita terhapuskan. Jika kita membicarakan dosa dan pahala dalam bilangan kuantitas, maka, puasa Ramadhan adalah waktu dimana kita berupaya mengurangi jumlah bilangan dosa tersebut dengan amalan-amalan. Semakin banyak tingkat amalan kita, kesempatan berkurangnya bilangan dosa tersebut akan semakin besar. Kalau perlu bisa menjadi nol dan ditambah dengan bilangan-bilangan pahala. Kalau selama Ramadhan tidak ada amalan, atau malah banyak maksiatnya, ya sama aja. Tidak ada fitrah di situ.

Begitu juga dengan ucapan lebaran yang lebih tepat pada kalimat yakni ‘Taqobalallahu minna wa Minkum, waja’alana minal adin wal faizin”, yang artinya “Semoga Allah menerima amaliyah ramadhan saya dan ramdhan anda/kalian, dengan demikian kita akan menjadi orang yang kembali (kepada agama) dan orang yang berbahagia karena telah beroleh kemenangan”. Ucapan inilah yang akan menjadi doa dari ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan.

****
Sebenarnya ini masalah sederhana, pertanyaan saya di atas itu hanya pertanyaan anak kecil. Sayangnya, mengapa saya baru tahu sekarang, hahaha… Ilmu bisa datang kapan pun, tanpa melihat umur. Alhamdulillah. Saya menulis ini hanya sekedar berbagi bagi yang belum tahu. Semoga kita masih diberikan kesempatakn bertemu di Ramadhan tahun depan. Walalhualam.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.

Tentang Saya

Hanya seorang tukang seduh di warung kopi.

Baca Selengkapnya di sini

Copyright © Ridwan File's | Powered by Blogger