Nampaknya, Yusti tidak bisa lepas dari handphone Blackbarry (BB) miliknya. Jemari mahasiswa Manajemen FE UII Yogyakarta ini selalu aktif menekan tombol seri Huron 8800 tersebut ketika ditemui di kostnya. Tidak hanya di kost, ketika di kampus pun meski sedang kuliah atau menjalankan rutinitas organisasi kemahasiswaan, benda tersebut selalu berada di genggamannya. “Saya sering dapat pertanyaan dari teman-teman, seperti ‘lagi ngapain’, ‘disana hujan apa tidak’, ‘udah makan belum’.” Tuturnya. Tak heran jika BB telah menjadi bagian kehidupan anak seorang Kepala Dinas Kebersihan Kota Samarinda ini.
Awalnya, Yusti berniat ingin memiliki handphone Nokia N71 saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Namun, perayaan ulang tahun ke 17-nya memberikan takdir lain. Tak disangka, ayahnya dengan baik hati memberikan ia kado ulang tahun berupa BB. Dengan alasan, agar Yusti lebih mengenal teknologi dan dapat memanfaatkannya sebaik mungkin. Apalagi kalau bukan teknologi internet.
BB memang sedang menjadi trend alat komunikasi akhir-akhir ini. Ia digemari karena kemampuan multitask-nya. Tidak sekedar telepon dan sms, benda ini memiliki layanan internet yang cukup lengkap, seperti internet browser, push email, aplikasi jejaring sosial, dan berbagai model pesan instant baik Yahoo Messenger (YM) serta Blackberry Messenger (BBM). Sehingga, dengan bentuk yang kecil dan mudah di genggam, kita dapat mudah berkomunikasi dan berselancar di dunia maya tanpa harus duduk di depan komputer maupun laptop. Hanya saja, benda yang pernah dipopulerkan Presiden Barack Obama ini hanya mampu dibeli oleh kalangan menengah ke atas karena harganya yang mencapai 5 jutaan.
Menurut Derector of Commerce XL, Joy Wahyudi, yang dikutip dari kompas .com (24/09/08) bahwa desain awal BB adalah untuk tujuan bisnis. Namun, hanya 30% yang dimanfaatkan pada pasar bisnis. Sisanya berada pada pasar ritel. Sebab menurutnya, BB sudah menjadi gaya hidup.
Sama halnya yang diungkap VP Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo yang dikutp dari koran Sindo (27/10/09), juga menyebutkan bahwa sebagian besar pengguna gadget ini digunakan untuk keperluan lifestyle dibanding untuk keperluan bisnis atau pekerjaan dengan total 80% dari 180.000 pelanggan Blackberry Telkomsel. Menurutnya, kebanyakan dari mereka memanfaatkan chatting, membuka Facebook, atau situs microblogging Twitter dari pada email.
Dari keterangan dua pelaku bisnis provider tersebut, terdapat dua fungsi dalam penggunaan BB, yaitu sebagai penunjang pekerjaan (bisnis) dan sebagai alat aktualisasi diri. Aktualisasi diri tersebut terlihat dari usaha untuk melakukan komunikasi secara intensif dengan para teman dan keluarga agar lebih dekat dan dapat selalu bertemu meskipun tidak secara fisik. Dan jelas, fungsi sebagai aktualisasi diri lebih dominan ketimbang sebagai alat penunjang pekerjaan. Komunikasi intens melalui berbagai aplikasi internet telah menjadi gaya hidup orang-orang yang berada pada kalangan elite.
Hal ini tidak ditampik oleh Yusti. Ia mengakui bahwa menggunakan gadget tersebut dapat memenuhi kebutuhannya, yaitu kebutuhan komunikasi bersama keluarga dan kebutuhan cepat mendapat informasi dari teman-temannya melalui berbagai aplikasi pesan instant. “Biasanya lebih banyak ngobrol dengan teman, meskipun hanya say hello. Bapak dan ibu juga menggunakan BB, jadi bisa mudah berkomunikasi dengan keluarga.” Ujar mahasiswa yang uang sakunya bisa mencapai satu jutaan untuk ukuran Jogja.
Karena sudah menjadi gaya hidupnya, Yusti pun mengaku agak sulit untuk lepas dari BB. “BB ini sudah menjadi kehidupan,” Ungkapnya. “Segala teman ngobrol dengan YM dan BBMan ada di sini. Mau pesan apa saja bisa cepat. Dan informasi bisa up to date. Kalau Hp biasa kurang bisa memenuhi.” Meskipun begitu, aktivitas produktif dalam memanfaatkan gadget tersebut juga ia lakoni, yaitu memanfaatkan browser internet untuk mendukung pengerjaan tugas kuliah dan melakukan promosi online pada usaha restoran milik ayahnya di Samarinda.
Di tempat terpisah, Rizki Arya Lestari, mahasiswa akuntansi 2009 FE UII yang juga pengguna BB ini mengaku hal yang sama. BB sudah menjadi kebutuhan hidupnya dalam mengakses gadget internet mobile. “Saya suka online. Suka menambah jaringan teman melalui Facebook. Suka browsing internet juga. Jadi, ketika ingin membeli handphone baru, BB menjadi pilihan saya setelah mendapat saran dari teman-teman dan kakak yang juga menggunakannya.” Jelas mahasiswi yang akrab dipanggil Kiki.
Tak banyak yang diceritakan Kiki atas aktivitasnya dalam menggunakan BB. Namun, dalam pengamatan sehari-hari, sering terlihat status Facebooknya tak pernah kosong. Sehari saja, ia bisa update status lebih dari tiga kali dengan tulisan ‘melalui blackberry’ setiap di bawah statusnya dalam kondisi apapun. Dengan nada yang sangat ragu, ia pun mengaku bisa tidak menggunakan BB dalam beberapa hari. Terlihat, aktualisasinya dapat terpenuhi dengan hadirnya gadget ini di tangannya.
Dalam pandangan psikolog asal Amerika, Abraham Maslow, bahwa kebutuhan akan aktualisasi diri merupakan tingkatan yang paling tinggi. Dimana manusia ditandai dengan hasrat untuk menyempurnakan dirinya melalui pengungkapan segenap potensi yang dimilikinya. Bentuk pengunkapan potensi tersebut bermacam-macam. Salah satunya adalah dengan menyalurkan potensi melalui gaya hidup yang menurut Kotler (2002) merupakan pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Setiap orang memang memiliki gaya hidup yang berbeda-beda. Hal itu tergantung dari budaya dan pendapatan masyarakat setempat. Seperti Yusti dan Kiki, komunikasi intens melalui aplikasi internetnpada gadget kecil tersebut merupakan gaya hidup pilihannya untuk mengaktualisasikan diri. BB memenuhi kebutuhan itu semua, yaitu kebutuhan aktualisasi diri gaya mahasiswa era informasi yang mempunyai uang saku rata-rata satu jutaan untuk hidup di Yogyakarta. “Setidaknya, BB harganya lebih murah dari handphone yang sebenarnya saya inginkan.” Tutur dari putri seorang pengusaha di Tasikmalaya ini. []
*Artikel belajar menulis feature
ilustrasi : www.mediabistro.com
0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mau berkomentar di blog saya, mohon tinggalkan link agar saya juga bisa mengunjungi blog/web Anda untuk bersilaturahmi. Salam.