Secara fisik memang berbeda antara manusia dan semut. Manusia diciptakan fisik yang sempurna oleh penciptanya. Tidak seperti semut. Ia kecil, akal mungkin tidak punya. Bahkan kalau melawan manusia sudah pasti kalah.
Ketika aku menatap seekor semut, apakah ia seperti aku, yang selalu mengeluh. Dan apakah semut pernah mengeluh kerena ia ditakdirkan diciptakan seperti itu? Dan apakah semut pernah berkata “mengapa aku tidak diciptakan menjadi manusia yang memiliki fisik lebih sempurna dari aku?”
Aku yakin, semut tidak pernah megeluh akan hidupnya. Walaupun tidak mendapatkan makanan hari ini, ia tetap tidak mengeluh. Ketika ia kehilangan kerabatnya, ia tidk bersedih. Berbeda dengan manusia dengan fisik sempurna yang selalu mengeluh. Apakah ini kekurangan dari sebuah kesempurnaan atau tidak memahami akan hakekat takdir yang kita dapatkan dari sang pencipta.
Kamis, 12 Juli 2007
Semut Saja Tidak Mengeluh
Posted under Renungan with
1 komentar
Apakah ini kekurangan dari sebuah kesempurnaan atau tidak memahami akan hakekat takdir yang kita dapatkan dari sang pencipta.
BalasHapusnice words!!!